Ratusan Kades di Tulungagung Geruduk Pendapa Temui Bupati Maryoto Birowo, Ada Apa ?

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Ratusan Kepala Desa (Kades) di Tulungagung menggeruduk Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (16/1/2023) Pagi.

Kedatangannya, oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja dibantu Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung akhirnya di berhentikan di depan patung Kartini dekat pintu masuk Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Pantauan media ini, nampak Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., dengan didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah setempat mendatangi kerumunan ratusan Kades.

“Jadi, kedatangan para Kades ini akan berangkat ke Jakarta dalam rangka menyampaikan aspirasi bersama para Kades seluruh Indonesia,” ucap Maryoto seusai memberangkatkan rombongan Kades di hadapan awak media.

“Perwakilan Kades dari Tulungagung ini membawa 8 bus, selain ada yang membawa kendaraan pribadi sendiri,” imbuhnya.

Maryoto menambahkan pihak Pemerintah kabupaten Tulungagung sangat mendukung para Kades yang akan menyampaikan aspirasi ke Jakarta bersama Kades seluruh Indonesia.

Namun demikian, pihaknya berpesan kepada para Kades agar tetap bisa menjaga nama baik Tulungagung.

“Ada 8 bus yang kita berangkatkan, jadi sangat banyak sekali, apalagi jika sudah berkumpul di Jakarta pasti jumlahnya berapa begitu, pasti akan terjadi banyak kerumunan di sana nanti,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

“Saya pesan kepada para Kades agar bisa menjaga nama baik Tulungagung, disiplin. Dan, hanya sampaikan misi aspirasi saja, jangan sampai terjadi hal-hal kurang bagus,” imbuhnya.

“Yang penting anda tertib, berangkat selamat dan pulang selamat bertemu keluarga kembali,” kata Mantan Sekda Kabupaten Tulungagung menambahkan.

Lebih lanjut Maryoto menjelaskan keberangkatan para Kades Tulungagung ke Jakarta itu dalam rangka memperjuangkan aspirasi melalui Assosiasi Kepala Desa.

“Yang jelas, kalau hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat, dan sudah diatur dengan Undang-Undang. Jadi, tidak segampang itu dalam merubah Undang-Undang tersebut,” terangnya.

“Ya, kita ikuti untuk Kepala daerah itu 5 tahun sedangkan Kades itu 6 tahun kalau mereka menuntut lebih itu biar dikaji oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.

Tempat sama, Kades Jarakan Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur Suad Bagyo, S.H., menuturkan keberangkatan para Kades ke Jakarta dalam rangka menyampaikan dua aspirasi penting demi keberlangsungan Pemerintahan Desa.

“Ada 200 Kades dari Tulungagung yang berangkat ke Jakarta,” tutur Kades mantan seorang Kuli tinta itu di hadapan awak media.

“Ada 2 aspirasi nanti bersama teman-teman suarakan diantaranya terkait Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Marwah desa hidup kembali seperti dulu memiliki kewenangan sendiri, jadi jangan sampai kewenangan ini dipangkas oleh pihak kementerian. Kita punya uang dikasih pemerintah melalui Dana Desa tapi kewenangan tidak bisa menjalankan sendiri,” sambungnya.

“Kami berharap Desa bisa menjalankan pemerintahan desa sesuai dengan hukum adat yang sudah sejak jaman dahulu ada. Karena, sebelum ada kabupaten, Desa itu sudah ada duluan,” kata Suad menambahkan.

Lebih lanjut Suad menjelaskan salah satu menjadi catatan penting bagi para Kades di era reformasi ini perubahan hanya sekejap saja, dan sekarang semua kembali ke pusat yang mengatur segalanya.

“Kalau semua sentralisasi yang menjadi kendali, terus bagaimana dengan kebijakan Desentralisasi, dan otonomi hanya sebatas diplomasi sedangkan implementasi nol,” sindir Suad sembari tersenyum itu.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait