Reporter : Nasir
BANYUASIN, Mattanews.co – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Banyuasin kali ini, digelar di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Jumat (3/7/2020).
Perayaan ini digelar sederhana karena mengingat situasi pandemi Covid-19, yang juga berdampak di Kabupaten ini.
Kabupaten Banyuasin kini telah berusia dewasa sejak dimekarkan dari Kabupaten Musi Banyuasin kini sudah berusia ke-18 tahun, yaitu dari tanggal 10 Juli 2002 hingga 10 Juli 2020.
Saat ini berbagai kemajuan yang telah dicapai terutama pada Tujuh Program yakni Banyuasin Prima, Banyuasin Sehat, Banyuasin Cerdas, Infrastruktur Bagus, Petani Bangkit, Banyuasin Terbuka dan Banyuasin Religius.
Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan, akan bertekad menjadikan Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera, didalamnya ada 7 Program andalan.
Selama lebih kurang 1 tahun 10 bulan 15 hari, dari awal publik membangun tidak dengan kekuatan sendiri melalui APBD Banyuasin.
Bahwa pembangunan yang dilakukan butuh dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
Walaupun dirinya menyadari, belum sempurna sesuai dengan harapan masyarakat.
“Saya bersama Pakde Slamet (Wakil Bupati Banyuasin) bertekad menuntaskan tujuh program andalan. Harapan saya masyarakat bersiap menghadapi gaya hidup normal baru di masa pandemi ini,” ucapnya, Sabtu (5/7/2020).
Tujuh program andalannya yaitu membangun infrastruktur jalan poros melalui pinjaman Rp288 miliar.
Lalu, dibangun tujuh ruas jalan saat ini proyeknya sudah berjalan dan tidak terbayang kalau jalan ini akan bagus.
“Pada tahun 2021 kita selesai sampai ke ujung jalan. Kami juga akan bangun tujuh ruas jalan yang lain, yakni penegerasan dan penimbunan jalan saja. Ini juga tak lepas dari dukungan Gubernur Sumsel menyelesaikan jalan di Banyuasin,” ucapnya.
Dia berjanji ingin menyelesaikan pembangunan jembatan Rantau Bayur, yang akan dibantu sebesar Rp65 miliar.
Dia berharap semoga pembangunan ini direalisasikan tahun ini, dengan anggaran yang sudah dikucurkan sebesar Rp37 miliar.
“Kita harus bersyukur banyak bantuan yang dikucurkan dari pemerintah pusat dan Provinsi ke Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.
Berbagai keberhasilan dan pembangunan yang telah dicapai kabupaten ini, seperti pembangunan jalan, jembatan, dermaga dan pertanian.
Dia juga bersyukur dapat penghargaan Kabupaten Banyuasin, bisa meraih nomor 4 terbesar produsen padi secara nasional.
Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuasin Irian Setiawan mengingatkan, Pemkab Banyuasin saat ini untuk introspeksi diri dalam menjalankan roda pemerintahan.
Karena sejauh ini masih banyak kekurangan-kekurangan di lapangan yang terlihat.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, Kedisplinan pegawai, pembangunan gedung sekolah hingga sampai pada penanganan Covid-19.
“Tentunya kami berharap tahun depan lebih baik lagi, harus introspeksi diri kekurangan selama ini, mudah-mudahan dapat ditutupi keberhasilan yang di Capai,” ujarnya.
Irian menuturkan, pihaknya akan menjalankan fungsi dalam penganggaran dan pengawasan.
Serta tidak segan-segan memberi saran dan turun langsung ke lapangan.
“Harapan kita memasuki new normal, kita berharap pembangunan tidak terkendala dan terhalang. Kemudian melanjutkan program yang sempat tertunda,” katanya.
Terpisah, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dalam melaksanakan tujuh program pokok yang menjadi visi dan misi Kabupaten Banyuasin, harus ada keterlibatan masyarakat.
“Dari tujuh program pokok, saya hanya ingin satu, yaitu keterlibatan masyarakat, misal pak bupati turut menyumbang masjid,” ucapnya.
“Memang tugas pemimpin membangun hal itu, tapi harus ditunjukkan, agar para wajib zakat ini tahu ke arah mana zakatnya dialirkan,”ujarnya.
Menurut Deru, dalam melaksanakan program untuk masyarakat harus di publikasikan. Sehingga ada keseimbangan antara publikasi dan prestasi.
“Harus ada keseimbangan antara prestasi dan publikasi, bukan sombong, tapi menyemangati masyarakat. Masyarakat akan semangat kalau apa yang mereka lakukan terlihat orang banyak,” ujarnya.
Editor : Nefri














