MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai halaman Sekretariat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jumat (10/10/2025).
Tampak warga tumpah ruah mengikuti senam massal, santunan yatim piatu, janda, dhuafa, serta lomba mancing lele umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kegiatan yang digelar PSHT Ranting Kauman ini dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bersama istri, Ny. Dra. Endang Gatut Sunu, serta Dandim 0807 Tulungagung Letkol Kav Mohammad Nasir, S.Hub.Int. Turut hadir pula Forkopimcam Kauman, Kepala Desa Bolorejo, dan jajaran pengurus PSHT setempat.
Kedatangan Bupati dan rombongan disambut antusias oleh masyarakat serta para pendekar PSHT. Rangkaian acara berlangsung meriah dan penuh keakraban, menggambarkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Tulungagung.
Apresiasi Bupati Gatut untuk PSHT Kauman
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PSHT Ranting Kauman atas dedikasi dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui kegiatan sosial tersebut.
“Kegiatan seperti ini mencerminkan nilai-nilai luhur PSHT: persaudaraan, cinta kasih, dan pengabdian kepada sesama,” ujar Bupati Gatut Sunu kerap disapa.
Menurutnya, kegiatan senam massal dapat menumbuhkan semangat hidup sehat, sementara santunan sosial menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Adapun lomba mancing lele umum mempererat jalinan kebersamaan antarwarga dalam suasana penuh keceriaan.
“Melalui kegiatan ini, PSHT menunjukkan peran positif dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan guyub. Ini contoh nyata organisasi masyarakat yang berkontribusi bagi kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Wujud Nilai Setia Hati dalam Kehidupan
Bupati Gatut juga menekankan pentingnya menjadikan PSHT sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keamanan daerah. Ia menilai, makna sejati dari “Setia Hati” bukan sekadar semboyan, tetapi nilai yang harus dihidupkan dalam tindakan sehari-hari.
“Setia Hati berarti tulus, damai, dan bersaudara. Nilai ini harus menjadi pedoman dalam bermasyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus mendukung kegiatan sosial dan pembinaan karakter masyarakat seperti yang dilakukan PSHT Kauman.
“Kami bangga dan berterima kasih kepada seluruh keluarga besar PSHT yang selalu berkontribusi menciptakan suasana aman, rukun, dan harmonis,” tuturnya.
“Memayu Hayuning Bawono”, Falsafah yang Menyatu
Menutup sambutannya, Bupati Gatut menyampaikan pesan filosofis Jawa yang sarat makna, “Memayu Hayuning Bawono menjaga dan memperindah kehidupan dunia. Ia menilai falsafah ini selaras dengan semangat PSHT yang menumbuhkan kebaikan dan persaudaraan sejati.
Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim,” Bupati Tulungagung secara resmi membuka rangkaian kegiatan Senam Massal, Santunan Sosial, dan Lomba Mancing Lele Umum PSHT Ranting Kauman.
“Semoga seluruh kegiatan hari ini berjalan lancar, penuh semangat, dan membawa manfaat bagi kita semua,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.
Kegiatan PSHT Ranting Kauman bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan manifestasi nyata nilai persaudaraan dan solidaritas sosial di Bumi Gayatri. Semangat “Setia Hati” yang dihidupkan lewat aksi nyata ini membuktikan bahwa Tulungagung tidak hanya kuat secara budaya, tetapi juga kokoh dalam persatuan dan kepedulian sosial.














