MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten Tulungagung mencarikan solusi dampak dari polusi udara dan air di pasar ikan Kecamatan Bandung.
“Jadi begini, sebenarnya kita sudah mencari solusi dampak dari pencemaran udara dan air. Solusi cepat mengurangi dampak tersebut dengan dibuatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun untuk jangka panjang dianggap kurang tepat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., usai pelaksanaan vaksinasi anak di SD Kampung Dalem IV, Selasa (4/1/2022) Pagi.
“Pasar ikan akan kita pindahkan ke Desa Suwaru, yang lokasinya tidak jauh dari tempat lama,” imbuhnya.
Tri Hariadi menambahkan, rencana memindahkan pasar ikan ini merupakan solusi terbaik sehingga mencegah terjadi dampak dari polusi.
Sedangkan relokasi pasar ikan di Desa Suwaru, karena sebelumnya pihak telah melakukan komunikasi dengan pemerintah desa setempat.
“Rencana tempat pelelangan di pasar ikan pasar Bandung akan dipindah di Desa Suwaru. Jadi, disana nanti mulai dari perencanaan sudah lengkap, selain itu tempat pelelangan hingga instalasi air limbah sudah lengkap,” tambahnya.
“Tapi detail DID nya baru tahun ini direncanakan, sehingga kebijakan Pak Bupati Tulungagung Maryoto Birowo daripada nanti menggunakan IPAL kemungkinan bisa menimbulkan pencemaran lagi sehingga lebih baik dipindahkan karena sudah ada komunikasi dengan pihak Desa Suwaru, terpenting kita mendukung program Pemkab Tulungagung,” sambungnya.
Lebih lanjut Tri Hariadi menjelaskan, sebenarnya relokasi pasar ikan ini sudah lama, namun mengalami kendala masalah lahan, karena harus menyediakan tempat yang luas.
“Iya benar, kita akui dulu kendala masalah lahan mencari memang sulit, apalagi membutuhkan tempat luas, belum lagi biaya besar,” terangnya.
“Namun, setelah terjalin komunikasi yang baik dengan pihak Pemerintah Desa Suwaru untuk lahan yang akan ditempati itu sangat luas sehingga cukup untuk pasar ikan, selanjutnya akan bekerja sama dengan pihak Desa tersebut,” imbuhnya.
Pihak Bappeda sudah menjalin komunikasi, lebih dalam Tri Hariadi memaparkan, pembuatan DID rencana tahun ini, sehingga kemungkinan tahun 2023 ini sudah dimulai.
“Jadi tahun 2023 dimulai pelaksanaan akan dimulai,” paparnya.
“Pada intinya, sebagian besar penjual dan warga sekitar juga menyetujui relokasi pasar ikan karena dampak sangat mengkhawatirkan, apalagi jarak tidak jauh dari tempat sekarang,” pungkasnya.















