MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Seorang remaja perempuan bernama Najjiny Arina Fiqhan (19), warga Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan beruntun dengan motor lain dan sebuah truk di Jalan Umum Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Senin (6/10/2025) pagi.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, AKP Muhammad Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, membenarkan peristiwa tragis tersebut. “Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor dan satu unit truk. Satu korban meninggal dunia di lokasi akibat luka berat di bagian kepala,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin sore.
Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario bernopol AG 3575 REM yang dikendarai korban melaju dari arah selatan ke utara bersama Honda PCX bernopol AG 2780 REX. Saat berusaha mendahului, korban diduga kurang menjaga jarak aman, sehingga menabrak bagian belakang PCX.
Benturan membuat korban terpental ke jalur berlawanan dan langsung bertabrakan dengan truk Mitsubishi AG 8046 UZ yang dikemudikan Zainal Ridho Safi’i (24), warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.
Akibatnya, Najjiny mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengendara PCX, Yuda Ferdian Binarno (29), serta sopir truk hanya mengalami luka ringan.
“Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuh Ipda Nanang.
Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut ditaksir sekitar Rp1 juta. Polisi menyebut faktor kelalaian pengendara yang tidak menjaga jarak aman saat mendahului menjadi penyebab utama kecelakaan.
Kasus ini kini dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Polisi mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan menjaga jarak aman saat berkendara, terutama di jalur padat seperti kawasan Gondang.














