MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah resmi membuka Rembuk Stunting. Salah satu harapan dari program tersebut guna menuju generasi Milenial Indonesia Emas tahun 2045.
Hal ini dikatakan Bupati Tulungagung, Drs.Maryoto Birowo, usai membuka Rembuk Stunting dilaksanakan di Hotel Crown Victoria, Senin (19/4/2021).
“Pagi ini resmi kita buka Rembuk Stunting di Hotel Crown Victoria,” katanya.
“Berharap nantinya dalam rangka menuju generasi Milenial menuju Indonesia Emas tahun 2045 tercipta generasi Cerdas,” imbuh Maryoto.
Bupati Maryoto menambahkan, bahwa Rembuk Stunting tahun 2021 di Kabupaten Tulungagung ini sejalan dengan program Pemerintah pusat dengan 5 skala prioritas utama.
“Jadi begini, Rembuk Stunting tahun ini sangat sejalan dengan 5 Program dari Pemerintah pusat, diantaranya pertama guna peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) diawali pada saat manusia masih didalam kandungan hingga perkembangannya,” tambahnya.
“Kedua, Terkait infrastruktur, sedangkan ketiga Birokratisaai, dan keempat Reformasi Regulasi selanjutnya Transparansi Ekonomi,” sambungnya.
Lebih lanjut Maryoto menambahkan paling penting adalah SDM, terlebih pada Rembuk Stunting kali ini.
“Karena apa, Stunting ini sesuatu yang harus diperangi, maka dari itu dengan mengadakan satu gerakan ditekankan seminimal mungkin untuk Stunting, syukur bisa menuju pertambahan zero (nol red.). Dengan pertumbuhan yang Nol ini adalah dalam rangka menuju Generasi Milenial Indonesia Emas pada tahun 2045, harus tercipta suatu generasi cerdas ini sangat penting sekali,” tambahnya.
“Dengan begitu betul-betul Resoltansi yang multisektor, maksudnya harus ada satu gerakan kebersamaan yang terintegrasi,” sambungnya.
Namun demikian, lanjut Maryoto adanya suatu upaya berbagai segi baik sarana dan prasarana harus dilengkapi.
“Jadi Stunting harus melihat terhadap penyediaan pertimbangan sarana kesehatan termasuk diantaranya perbaikan gizi, penjagaan kesehatan, pemberian edukasi khususnya kepada Balita (Bawah lima tahun red.),” terangnya.
“Khusus terhadap Balita harus ditangani sedemikian rupa dan secara baik, karena dapat menghasilkan generasi balita yang lebih baik lagi,” sambungnya.
Menurut Maryoto, kondisi di Kabupaten Tulungagung tingkat perkembangan Stunting ini sangat rendah, no 18 dari 30.
“Karena ini program berkesinambungan harus adanya pendataan lebih lanjut, Bupati berharap Kepala desa dan Camat didaerah masing-masing agar berperan serta untuk membantu dalam pendataan tersebut,” tandasnya.














