MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sembung, Kecamatan Tulungagung Kota, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan mengalami retak-retak pada dinding bangunan di beberapa ruangan pelayanan, seperti yang diungkapkan oleh seorang tenaga kesehatan UPT Puskesmas Sembung yang enggan disebutkan namanya.
“Ini adalah masalah serius. Bangunan ini, dari lantai 1 sampai lantai 2, mengalami keretakan yang memengaruhi kenyamanan para Nakes dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap salah satu Nakes tersebut, pada Rabu (31/1/2024).
Pantauan media menunjukkan bahwa baik lantai 1 maupun lantai 2 dari bangunan Puskesmas Sembung memiliki retakan pada dindingnya, menimbulkan ketidaknyamanan bagi para tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, melalui Fuat Ratsongko Kasubbag Umum dan Kepegawaian, menyatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan terkait masalah ini.
“Kami baru mendapatkan laporan mengenai retak-retak pada dinding Puskesmas Sembung. Kami akan segera melakukan pengecekan bersama Pelayanan Kesehatan (Yankes) untuk menilai kerusakan yang terjadi pada bangunan tersebut,” jelasnya.

Fuat juga mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan telah menerima lima surat keluhan terkait sarana dan prasarana dari Puskesmas di wilayah Kabupaten Tulungagung.
“Dari 32 Puskesmas di Tulungagung, pada bulan Januari ini, sudah ada lima Puskesmas yang melaporkan. Laporan itu terkait bangunan, termasuk Puskesmas Sembung,” katanya.
Menurut Fuat, kelima surat tersebut akan jadi pembahasan dalam forum Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Tulungagung.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan bidang Yankes untuk menanggapi keluhan ini. Faktor cuaca, terutama pada musim hujan dan tingginya kelembaban udara, mungkin menjadi penyebab kerusakan pada beberapa Puskesmas,” tambahnya.
Fuat menyampaikan apresiasi terhadap perhatian media terkait isu ini dan menganggapnya sebagai evaluasi yang berharga.
“Atensi dari media akan membantu kami dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan dan perencanaan masa depan. Termasuk pengajuan rehabilitasi atau pembangunan baru jika perlu,” pungkasnya. (Ferry Kaligis)














