MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (13/10) pagi.
Salat Istisqa dilakukan sesuai instruksi Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni. Dalam instruksinya, Salat Istisqa juga digelar n digelar serentak di seluruh daerah di Sumsel.
Ibadah itu dilakukan sebagai upaya memohon doa agar hujan segera turun untuk mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan musim kemarau yang panjang di Sumsel.
“Seluruh masyarakat, elemen, Pemkab, Pemkot, kecamatan, desa, sekolah dan pesantren melaksanakan Salat Istisqa secara serentak. Kita berharap doa kita semua dikabulkan oleh Allah,” ujar Fatoni.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi Karhutla. Termasuk pelaksanaan Salat Istisqa ini.
“Upaya yang kita lakukan terus dimaksimalkan, penambahan personel kemarin sudah kita lakukan begitu juga TMC telah diperpanjang, penambahan helikopter dari BNPB dan perusahan juga kita libatkan untuk menangani ini,” jelasnya.
Kepala Pelakasana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengatakan, TMC tahap III akan dilakukan pada 13-17 Oktober 2023. Dengan diperpanjangnya TMC ini, diharapkan hujan kembali turun.
“Alhamdulillah kita dapat perpanjangan atas usaha dan atensi dari pak gubernur meminta kepada pusat kita diperpanjang sampai tanggal 17 ini. Selain atensi pak gubernur, juga karena dari BMKG ada potensi awan hujan di tanggal-tangal tersebut,” katanya ungkapnya.
Menurutnya, TMC yang dilakukan sebelumnya sangat efektif. Sebab, ada beberapa wilayah di Sumsel sudah turun hujan. Bahkan, membuat ISPU di Palembang menurun. “Titik hotspot juga berkurang,” tambahnya.
Beberapa kabupaten yang sudah turun hujan diantarnya, OKI, OI, Muaraenim, Banyuasin, Muba, Linggau, Mura dan PALI. Lanjutnya, TMC dilakukan tiga kali sehari, namun tergantung dari potensi awan hujan.
Masih katanya, penanganan Karhutla dibagi dua macam, lahan gambut dan mineral. Cara penanggulangannya berbeda. Pada lahan mineral, lokasi yang tidak terlalu jauh dan mempunyai akses jalan bisa dilakukan dengan pemadaman darat menggunakan mobil.
“Namun untuk lahan gambut perlu upaya darat dan udara. Untuk api yang masih kecil belum meluas bisa dengan water bombing. Untuk selanjutnya bisa dengan darat, namun memang kendalanya di air,” tukasnya.














