MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Ribuan pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Cahya Agung Tulungagung menunggak pembayaran hingga ratusan juta rupiah.
Saat dijumpai dikantornya, Direktur Utama Perumdam Tirta Cahya Agung Joko Purnomo melalui Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Irwan Miswantoko mengatakan adanya ribuan pelanggan yang menunggak tersebut pihaknya membentuk tim khusus.
“Jadi begini, dari total keseluruhan jumlah 25.000 pelanggan yang nunggak pembayaran sekira 2.000-3.000 pelanggan,” kata Irwan saat berbincang kepada mattanews.co, Senin (17/1/2022) Pagi.
Ia menambahkan, para pelanggan yang menunggak tersebut tersebut tersebar di 13 wilayah cabang di Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, kalau dihitung secara global keseluruhan jumlah sekira 200-300 juta rupiah.
“Iya benar, selain kantor kota, dari 2.000-3.000 pelanggan itu tersebar di 13 cabang kita di Tulungagung,” tambahnya.
Perumdam Tirta Cahya Agung, lebih lanjut Irwan menjelaskan akhirnya membentuk tim khusus sebagai upaya menyelesaikan para pelanggan yang pembayaran macet tersebut.
Tim khusus itu diantaranya berfungsi melakukan penertiban pelanggan dan yang kedua penagihan. Pihaknya belum menggunakan jasa eksternal dalam mengatasi hal ini.
“Sudah, sudah kita bentuk Tim penertiban dan penagihan pelanggan. Skemanya dalam melaksanakan fungsinya dengan melakukan penagihan setiap bulan kepada para pelanggan yang nunggak sudah ada 3 bulan. Bilamana memang tidak ada hasil maka tim penertiban yang akan bergerak dengan melakukan penagihan. Dan, apabila selama 3 bulan berturut-turut pelanggan tidak membayar, maka kita tutup sementara dan ini sesuai di dalam Peraturan Bupati (Perbup),” terangnya.
“Alhamdulilah, dengan skema ini ada peningkatan yang signifikan dalam artian dari tahun kemarin angka pelanggan menunggak cukup tinggi, sekarang menurun hingga ada 50 persen,” imbuhnya.
“Kita menganggap skema ini sangat berhasil sebagai upaya melakukan penagihan kepada pelanggan,” Irwan menambahkan.
Lebih dalam Irwan memaparkan, Perumdam Tirta Cahya Agung menargetkan dalam waktu 6 bulan kedepan pelanggan yang mengalami penunggakan bisa diselesaikan pembayaran. Dengan demikian, pihaknya akan semakin meningkatkan pelayanan sehingga masyarakat pelanggan menjadi puas.
Ia mengakui, beberapa hal kendala mempengaruhi pelanggan sehingga terjadi penunggakan pembayaran.
“Kendala yang dialami pelanggan menunggak biasanya sering terjadi di kawasan perumahan. Karena satu hal rata-rata rumah kosong jarang ditempati, biasanya ketemu pemilik itu dua hingga tiga bulan. Dengan begitu pelanggan kurang respon, dan kita sudah memberikan peringatan kepada pelanggan tersebut,” paparnya.
“Selain itu, kendala lain karena aliran air kurang lancar di cabang seperti pernah dialami wilayah Gambiran Kecamatan Pagerwojo. Kita akui, kadang pada musim kemarau mengalami kesulitan pembagian air, sehingga pelanggan menunggu air setelah lancar baru melakukan pembayaran,” sambungnya.
Selaku Ketua SPI Perumdam Tirta Cahya Agung Tulungagung memohon kepada pelanggan agar dalam pembayaran rekening bulanan air untuk tepat waktu agar pelayanan kami bisa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
“Pada intinya, mohon dalam pembayaran rekening air bulanan bisa tepat waktu, kita akan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” tukas Pria berdomisili di Desa Waung Kecamatan Boyolangu itu.














