PENDIDIKAN

Rubi Indarta: Imbauan Keringanan Biaya Kuliah Gubernur Harus Ada Payung Hukum

×

Rubi Indarta: Imbauan Keringanan Biaya Kuliah Gubernur Harus Ada Payung Hukum

Sebarkan artikel ini

Reporter : Reza Fajri

PALEMBANG, Mattanews.co – Salah satu aktivis kampus serta tokoh pemuda yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rubi indiarta angkat bicara tentang adanya imbauan Gubernur terhadap perguruan tinggi mengenai peringanan biaya serta sistem perkuliahan serta waktu perkuliahan yang ada saat ini.

Menurut Rubi, mengingat Gubernur Sumatera Selatan sudah memberikan surat imbauan kepada perguruan tinggi di Sumsel agar pihak kampus maupun yayasan segera menindak lanjuti adanya peringanan biaya kuliah para mahasiswa. “Sebab, apabila tidak, maka bukan tak mungkin akan terjadi banyak hal yang tentu bisa merugikan banyak pihak. Kita semua tahu pandemi Covid-19 ini membuat semua kegiatan jadi terhambat bahkan sistem perkuliahan pun jadi kurang efektif,” ungkapnya.

Tambah Rubi yngg juga menjabat sebagai Sekretaris KNPI Kota Palembang ini, selain mahasiswa merasa dirugikan, pihak kampus, yayasan dan para pengajar juga menjadi dilema karena selain sistemnya yngg berubah, para mahasiswa juga harus menambah beban biaya lagi untuk melakukan sistem perkuliahan online, sehingga ini harus dibicarakan bersama agar kedua belah pihak sama-sama saling memikirkan. “Kampus-kampus juga harus memberikan keringanan bahkan melakukan pemotongan biaya perkuliahan baik SPP maupun yang lainnya,” tegas dia.

Dirinya juga menambahkan bahwa selain pihak kampus, Pemerintah melalui Gubernur dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan juga harus peka dan tanggap dengan segera membuat payung hukum yang jelas tentang hal itu, jangan hanya melalui imbauan saja. “Tapi juga buatkan Pergub atau Perda sehingga pihak kampus juga tidak salah dalam melaksanakan ini. Dan ada keharusan yang mesti mereka jalankan,” tegas Rubi.

Terakhir ia juga meminta agar tidak ada lagi terdengar mahasiswa putus kuliah hanya karena tak mampu membayar uang kuliah selama masa Covid-19. “Ini semua pihak harus saling memikirkan agar kampus atau yayasan tetap jalan. Para pengajar tetap bisa mengajar dan mahasiswa tidak ada yan melakukan gerakan pemboikotan kegiatan kampus,” tandasnya.

Editor : Anang