Rusak Police Line, Polsek Talang Kelapa Bentuk Tim Penyelidikan

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, BANYUASIN – Menanggapi adanya perusakan police line yang terpasang di Jalan Raya Pangkalan Benteng RT 74 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, oleh orang tak dikenal, Kapolsek Talang Kelapa membentuk tim untuk mengungkap pelakunya, Kamis (24/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Kami sudah membentuk tim untuk mencari pelaku pengerusakan garis policeline yang terpasang di lokasi tersebut. Siapapun dia, akan tetap kami proses sesuai hukum berlaku,” ungkap Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Haris melalui Kanit Reskrim, Iptu Panji, kepada wartawan online media ini.

Dikatakan Iptu Panji, sebagai aparat penegak hukum, dirinya akan melakukan tugas dan tanggung jawab sebagaimana mestinya.

“Kami akan bersikap netral, tidak berpihak kesana ataupun kesini. Jika ada yang bilang kami memegang salah satu kelompok dibalik peristiwa ini, kami jelaskan, itu tidak benar sama sekali,” ungkapnya.

Kanit reskrim ini tidak menghindar ketika ditanya kehadirannya, saat perseteruan terjadi di lokasi.

“Memang kami sempat datang ke lokasi, untuk meredam emosi warga. Tapi, itu bukan berarti kami memihak kubu tersebut. Siapa pun yang membutuhkan perlindungan hukum, kami pasti akan lakukan,” terangnya.

Perseteruan ini berawal saat dua kubu mengklaim lahan yang berlokasi di Jalan Raya Pangkalan Benteng RT 74 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, dengan luas 30M X 36M persegi. Puncaknya, pemilik lahan, Nurhaida Pasaribu didampingi suaminya, Parningotan Sianipar, mengadukan Herye Agustonie, ke Mapolda Sumsel atas dugaan perampasan lahan, terbukti dengan nomor laporan polisi : LP/B/169/IX/2021/SPKT/POLRES BANYUASIN/POLDA SUMSEL.

“Awalnya saya membeli tanah tersebut dari karyawan Telkom, Supendi, tahun 2012. Dikaranakan baru ada rejeki, kami memutuskan untuk memasang pagar. Namun, saat hendak dipagar terjadi penolakan yang dilakukan pihak pelaku,” terang Parningotan Sianipar.

Dikatakan Parningotan Sianipar, tanah yang dibelinya pada tahun 2012 silam itu telah ditanami ubi, pisang dan tumbuhan lainnya.

“Tanah ini kami beli dari hasil keringat dan tabungan kami. Hingga dengan sedikit demi sedikit, kami kembangkan dengan penanaman buah dan tumbuhan bermanfaat,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait