MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur Rose Iptriwulandhani, S.Psi., M.M., mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk secara bersama-sama dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
Menurut Rose, dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba itu ada tim asesmen terpadu yang terdiri dari penyidik dari Polres, BNN, maupun dari Kejaksaan serta tim medis yang terdiri dari dokter dan psikolog.
“Tim itu yang akan menggali, mengkaji dan menganalisa lebih dalam pada tersangka, apakah tersangka ini memang terlibat dalam sindikat jaringan atau pengedar atau tidak, kalau memang tidak terlibat sindikat jaringan, atau pengedar, maka dia berhak surat rekomnya adalah rehab, dan tidak diproses hukum tetapi akan direhabilitasi,” ucapnya dihadapan awak media.
Hal itu dikatakan Rose seusai menggelar Senam Sehat bersama masyarakat dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2025 di Titik Nol Kilometer Kabupaten Tulungagung.
Dia menambahkan pada kesempatan ini ia juga membeberkan beberapa program BNN Kabupaten Tulungagung dalam rangka meminimalisir peredaran narkotika diantaranya rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap tanpa dipungut biaya alias gratis.
“BNN Kabupaten Tulungagung memiliki klinik pratama pelayanan rawat jalan, yang mana klinik tersebut memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada pengguna narkoba, andaikan pengguna narkoba perlu dilakukan rawat inap, BNN akan kirim ke tempat rehabilitasi milik BNN, itu semua tanpa dipungut biaya atau gratis, asalkan pengguna atau pecandu tersebut tidak terlibat dalam sindikat atau pengedar narkoba,” tambahnya.
Lebih lanjut Rose menjelaskan bahwasanya setiap tanggal 26 Juni, dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan tujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahaya narkoba dan mendorong aksi bersama dalam melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Momentum ini, jelas dia, BNN Kabupaten Tulungagung menggelar senam sehat anti narkoba sekaligus melakukan sosialisasi memerangi narkotika kepada masyarakat.
“Kami dalam upaya penanggulangan dan pencegahan berharap semua masyarakat dan elemen yang ada di Tulungagung untuk mendukung dan bekerjasama dalam penanggulangan, pencegahan maupun pemberantasan narkoba. Mari perangi bahaya narkotika secara bersama-sama,” terangnya.
“Permasalahan narkoba bukan hanya tugas dari BNN atau Kepolisian tapi merupakan tugas bersama, kita tidak bisa mencegah ataupun memberantas narkoba tanpa adanya keterlibatan semua pihak,” imbuhnya.
“Sekali lagi, kami mengajak kepada seluruh masyarakat Tulungagung agar untuk menggelorakan semangat anti narkoba. Momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, yang puncaknya pada tanggal 26 Juni, kita mengajak seluruh masyarakat Tulungagung agar menggelorakan semangat anti narkoba, momentum senam sehat anti narkoba ini sebagai bentuk kepedulian, atensi kita terhadap perlawanan bahayanya narkoba, peringatan itu bukan yang istilahnya kabar gitu aja, tapi merupakan bentuk kepedulian, bentuk perlawanan kita untuk melawan narkoba,” katanya menambahkan.
“Tahun ini indeks angka prevelensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,73 persen, dan ia berharap ada penurunan di tahun depan menjadi 1,7 persen,” pungkasnya.














