MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dalam masa peralihan kepemimpinan yang baru, memerlukan upaya yang efektif dalam menyusun langkah-langkah strategis, untuk menstabilkan negara, membangun fondasi pemerintahan dan merancang arah pembangunan nasional.
Langkah-langkah yang disusun ini tentu untuk mempersiapkan terwujudnya Indonesia emas di tahun 2045, dimana latar belakang Indonesia emas ini terkonsep dari terhitungnya 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Pembina Teknis Perbendaharaan Negara – KPPN Putussibau, Steven Hoover Sianturi, A.Md.Ak mengatakan, di awal tahun 2025 ini merupakan genap 20 tahun untuk Indonesia dapat mempersiapkan diri, membentuk layar yang kuat dalam menghantarkan negara ini menjadi negara maju yang dapat bersaing dengan negara lainnya.
“Dua hal yang bisa menjadi fokus dasar untuk dapat dibenahi adalah dalam hal pengembangan energi terbarukan dan juga sumber daya manusia yang inovatif,” papar Steven kepada wartawan, Rabu (20/11/2024).
Dikatakan Steven menurut sumber siaran Pers nomor 028.Pers/04/SJI/2021 menteri energi dan sumber daya mineral mengungkapkan cadangan minyak Indonesia hanya tersedia 9,5 tahun dan cadangan gas bumi Indonesia tersedia 19,9 Tahun.
“Sedangkan dari perhitungan statistik data terkait produksi minyak bumi, kemampuan produksi minyak bumi Indonesia cenderung selalu menurun dan diperkirakan Indonesia tidak dapat memproduksi minyak mentah lagi pada tahun 2040,” ujarnya.
Lanjut kata Steven, jika ditarik rata-rata kondisi keberlangsungan cadangan minyak di Indonesia, hanya dapat bertahan hingga 10 s.d. 15 tahun lagi. Ketahanan energi ini tentu akan menjadi isu sebelum negara ini menyongsong status Indonesia emas di tahun 2045.
“Tentu kita perlu menyiapkan strategi efektif untuk menyiapkan energi terbarukan bagi Indonesia. Akan banyak isu yang akan timbul jika tetap mempertahankan energi fosil bagi keberlangsungan bernegara yaitu harga bahan pokok, harga transportasi umum, kedaulatan negara akibat perang dagang dan perang energi, polusi dan global warning, dan masih banyak lagi,” tuturnya.
Kemudian perlu ada pembenahan bagi sumber daya manusia di Indonesia, tentu hal ini karena di tahun 2045 akan terjadi lonjakan demografi dimana Indonesia akan mempunyai begitu banyak sumber daya manusia yang produktif.
“Isu tersebut akan menjadi pisau bermata dua jika tidak dipersiapkan langkah-langkah strategis yang efektif,” ucapnya.
Menurut Steven, langkah yang diambil pemerintah dalam membuat kurikulum merdeka harus terus dilakukan pengembangan yang mendalam akan pelaksanaannya, dimana kurikulum tersebut berfokus pada peningkatan soft skill dan karakter yang unggul serta pembelajaran yang fleksibel.
“Kemudian upaya untuk membenahi keterbatasan cadangan energi fosil yang dimiliki Indonesia adalah dengan terus mengeksplorasi energi terbaik yang dimiliki Indonesia,” paparnya.
Tak hanya itu, sumber energi terbarukan di Indonesia yang memiliki potensial untuk dikembangkan salah satunya dengan energi surya dimana Indonesia mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diberbagai daerah sangat memungkinkan, terutama dikawasan yang sulit dijangkau jaringan listrik.
“Energi biomassa, energi ini sangat melimpah karena hanya bersumber dari limbah yang perlu diolah, termasuk dari limbah pertanian, perkebunan dan peternakan,” urainya.
Selanjutnya, hidrogen yang memilki potensi sebagai bahan bakar alternatif untuk pengganti bahan bakar fosil. Energi ini merupakan energi sekunder yang berdensitas tinggi, bersih, dan terbarukan dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen yang dapat menghasilkan output antara lain listrik dan juga air.
“Untuk mengiringi kebermanfaatan visi energi terbarukan tersebut perlu adanya sumber daya manusia yang dapat mengimbangi kebijaksanaan dalam pemakaian energi terbarukan,” urainya.
Ditambahkan Steven, upaya pembelajaran yang dapat membentuk sikap inovatif dan kreatif serta media pembelajaran perlu menyesuaikan ditengah kemajuan teknologi.
‘Peran guru dan orang tua dalam pendidikan sangatlah penting di era generasi muda yang sudah ahli dalam penggunaan teknologi sehingga pembelajaran seperti coding maupun penguasaan AI dapat menjadi langkah baik untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.














