[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Gian
MATTANEWS.CO, CIAMIS – Geliat seni musik terutama seni musik daerah kian hari nampak redup termakan zaman. Seperti seni musik warisan leluhur terdahulu di daerah Jawa Barat yang nampak pudar kehilangan eksistensi akibat perkembangan zaman dan berkurangnya minat masyarakat. Yang lebih mengharukan, keterlibatan anak muda yang enggan meneruskan warisan seni dari para leluhur ini.
Untuk itu, Sanggar Galuh Binarum yang beralamatkan di Jalan Ancol Sindangkasih Nomor 2, Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tetap konsisten untuk memelihara, mempertahankan dan mengembangkan seni tradisi tersebut.
Ayi Nurfauziansah (27) bersama Kakaknya Bayu Erlangga (36) dan saudaranya Gian Sugianto (32) merupakan motor penggerak dari sanggar Galuh Binarum.
“Kami berkeinginan tetap melestarikan beberapa budaya terutama di bidang kesenian Sunda agar eksistensinya tetap ada,” Ujar Ayi ketika bincang pagi bersama Mattanews.co Minggu (10/1/2021) di Sanggar Galuh Binarum.
Ayi mengatakan, ia bersama saudara dan rekannya saat ini menggeluti bidang seni musik sunda seperti Gamelan, Degung, Wayang Golek, Bobodoran dan Seni Tari Jaipong.
“Sangat jarang sekali anak muda yang mau diajarkan atau dilatih kesenian tradisi sunda ini. Mungkin karena mereka tidak berminat dan pengaruh dari kemajuan zaman,” ucapnya.
Pria lulusan Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang juga sebagai guru honorer di salah satu SMA di Ciamis ini tetap konsisten dan tidak patah semangat untuk menyalurkan keahliannya kepada siapapun yang berminat mempelajari seni sunda.
“Ya dengan personil yang ada dan ditambah murid-murid saya di sekolah, saya tetap menggeluti agar seni tradisi budaya ini tetap langgeng dan lestari,” katanya.
Selain melestarikan budaya seni musik Pentatonis, ia bersama crew sanggar mengkolaborasikan beberapa seni sunda dengan seni modern. Teranyar, kini ia sedang berfokus pada chanel youtube yang melestarikan sosok Ki Lengser yang merupakan tokoh seni sunda, dengan seni bobodoran yang dijadikan film pendek yang nantinya diunggah di chanel youtube tersebut.
“Itu sebagai bentuk inovasi saja. Berupaya agar menarik minat penonton kami kolaborasikan dengan perkembangan zaman, padahal budaya sunda Bobodorannya tetap kami pertahankan,”ungkapnya.
Ayi berhara agar ada beberapa program dari pemerintah setempat yang mendukung agar seni sunda bisa tetap terjaga dan dilestarikan.
“Ya mudah-mudahan ada bentuk rangsangan untuk para pemuda agar minatnya tidak berkurang terhadap warisan seni budaya dari leluhur ini. Harapan saya pemerintah pun dapat menjembataninya,”pungkasnya.














