Satgas Pangan Polda Sumsel Datangi Distributor Frozen Food

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Makin hari kian menjamurnya kios Frozen Food (makanan beku) di wilayah Kota Palembang mendapatkan perhatian khusus dari Satgas Pangan Polda Sumsel dipimpin AKP Hadi Sutrianto.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyambangi sejumlah kios dan distributor Frozen Food di wilayah Kota Palembang. Seperti saat menyambangi PT Agro Boga Tama (ABT), salah satu distributor daging untuk wilayah Kota Palembang dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Sako.

Disini, tim Satgas Pangan Polda Sumsel ditemui oleh Medi, bagian marketing PT ABT. Medi menyebut dalam menyambut Nataru pihaknya telah menyiapkan stok daging sebanyak 16 ton. Terdiri dari daging Sapi, Ayam, Kerbau dan Bebek.

“Mudah-mudahan stok yang kami siapkan ini akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akan daging bagi warga Palembang dan sekitarnya selama Nataru ini,” imbuh Medi.

Selain itu, tim Satgas Pangan Polda Sumsel juga menyambangi CV Jasa Bersama selaku distributor Frozen Food untuk wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Satgas Pangan Polda Sumsel yang telah memonitoring pendistribusian Frozen Food yang kami jual,” sebut Suwarno selaku Direktur CV Jasa Bersama.

Tak hanya itu, Suwarno menyampaikan dalam menjalankan usahanya selama ini pihaknya tetap menjaga higienitas Frozen Food yang di jual. Dan dengan tidak menjual produk yang sudah kedaluarsa dan tidak mengandung bahan tambahan pangan yang berbahaya untuk kesehatan.

Menurut Suwarno pihaknya juga mendukung program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, seperti yang disampaikan AKP Hadi Sutrianto menyampaikan selain melakukan monitoring, pihaknya juga mengimbau kepada pihak distributor Frozen Food agar betul-betul menjaga kualitas dari produk yang dijual.

“Kami juga mengimbau agar distributor Frozen Food untuk berkoordinasi pula dengan instansi terkait lain, seperti BPOM dan lainnya. Karena dari informasi yang kami dapatkan banyak juga Frozen Food yang dibuat home industry yang tak mengindahkan higienitas maupun kualitas produk yang dihasilkan, Ini baru sebatas imbauan nantinya apabila ternyata masih kita temukan produk semacam itu akan kita ambil upaya hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait