BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Satgas TMMD Reguler ke – 124 Bersama Masyarakat Bersihkan Gulma

×

Satgas TMMD Reguler ke – 124 Bersama Masyarakat Bersihkan Gulma

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Guyuran keringat tak menyurutkan semangat anggota Satgas TMMD Ke-124 dan warga saat membersihkan sungai yang melintasi Desa Sungai Purun Kecil. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Serka Rohyana, salah satu personel Satgas, mengungkapkan bahwa pembersihan sungai adalah bentuk aksi nyata untuk mencegah banjir dan penyebaran penyakit.

“Kami tak hanya membangun infrastruktur, tapi juga ingin lingkungan masyarakat tetap bersih dan sehat,” ujarnya.

Bersama warga, personel Satgas membersihkan tumpukan sampah, lumpur, dan ranting-ranting yang menyumbat aliran air. Suasana kerja pun penuh semangat gotong royong dan canda tawa.

Menurut Rohyana, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat kedekatan TNI dengan warga desa.

“Kami ingin hadir sebagai saudara, bukan hanya tamu. Pembersihan sungai ini jadi bukti kami berjalan bersama rakyat,” tambahnya.

Setelah selesai, aliran sungai menjadi lebih lancar dan bersih. Warga pun merasa lega karena potensi banjir dan genangan dapat diminimalisir.

Bersama para prajurit TNI dari Satgas TMMD Ke-124, warga Desa Sungai Purun Kecil tampak bersemangat membersihkan sungai desa yang mulai dangkal dan tertutup gulma. Bagi warga, kegiatan ini sangat membantu karena mereka merasa tidak sendiri dalam menjaga lingkungan.

Salah seorang warga, Ridwan (55), mengatakan, sungai tersebut sebelumnya cukup rawan banjir saat musim hujan karena tersumbat.

“Kami senang sekali. Biasanya kami bersihkan sendiri, tapi sekarang dibantu bapak-bapak TNI, jadi lebih ringan,” ujarnya.

Ridwan mengaku sangat terharu melihat prajurit TNI yang tak sungkan turun ke sungai, membersihkan lumpur, dan mengangkat karung-karung sampah.

“Mereka kerja seperti warga biasa, sama-sama kotor dan capek. Tapi semangatnya luar biasa,” katanya.

Ia berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan setelah TMMD berakhir. Menurutnya, sungai yang bersih adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan dan keselamatan desa.

“Terima kasih Satgas TMMD, bukan hanya bangun jalan dan rumah, tapi juga bantu kami rawat alam,” tambahnya.

Ditengah kegiatan TMMD Ke-124, para pemuda Desa Sungai Purun Kecil turut andil dalam kegiatan pembersihan sungai bersama Satgas TNI. Kegiatan ini bukan hanya ajang kerja bakti, tapi juga menjadi inspirasi bagi mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dodi (19), salah satu pemuda desa, awalnya hanya ikut karena diajak teman. Namun, setelah melihat semangat para prajurit, ia justru merasa terpanggil.

“Saya jadi sadar, sungai ini bukan cuma tempat buang air atau mandi. Ini sumber kehidupan,” ucapnya.

Ia mengaku kagum melihat cara para anggota Satgas bekerja tanpa pamrih.

“Mereka tidak kenal kami, tapi mau kerja keras demi desa kami. Itu luar biasa,” katanya.

Menurut Dodi, kegiatan ini juga membentuk kebersamaan antara warga dan TNI. Ia dan teman-temannya jadi lebih mengenal prajurit TMMD, bahkan banyak yang mulai bercita-cita jadi TNI.

“Kalau loreng aja mau bantu sungai kami, masa kami yang tinggal di sini diam saja?,” pungkasnya.

Ia berharap semangat ini bisa terus dijaga oleh para pemuda setelah TMMD selesai.

Warga Desa Sungai Purun Kecil dibuat kagum sekaligus terharu melihat aksi prajurit TMMD ke-124 yang rela nyemplung ke sungai demi membersihkan gulma yang selama ini jadi masalah bagi warga.

Sarip (62), warga yang rumahnya tak jauh dari aliran sungai, menyaksikan langsung bagaimana personel Satgas dengan penuh semangat mencabut gulma di tengah arus sungai yang tenang.

“Sudah lama gulma ini dibiarkan, kami bingung cara bersihkannya. TNI datang malah nyemplung sendiri, luar biasa,” ujarnya.

Menurut Sarip, gulma tersebut sering menyebabkan air meluap ketika hujan deras turun. Namun, warga kesulitan menanganinya karena tidak ada tenaga dan alat. Kedatangan Satgas TMMD seolah membawa harapan baru.

Ia pun berharap ke depan sungai tetap dijaga kebersihannya, dan mendorong pemuda desa untuk terlibat aktif seperti para prajurit.

“Mereka datang kerja, bukan jalan-jalan. Kami jadi malu kalau tidak ikut,” katanya.

Dengan sungai yang kembali bersih, warga optimis potensi banjir berkurang dan kehidupan desa jadi lebih sehat.

Keterlibatan Satgas TMMD ke-124 dalam membersihkan sungai dari gulma tak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tapi juga membangkitkan semangat para pemuda untuk ikut andil menjaga desa mereka.

Rian (21), salah satu pemuda setempat, mengaku awalnya hanya menonton dari tepi sungai. Namun setelah melihat para prajurit TNI masuk ke air tanpa ragu, ia merasa terpanggil.

“Saya pikir, masa mereka aja berani nyemplung, kita enggak. Akhirnya saya ikut turun juga,” katanya.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi pelajaran penting tentang kepedulian. “Selama ini kami anggap sungai ya biasa aja, tapi ternyata banyak yang harus dijaga. Gulma itu bukan cuma menghambat air, tapi juga merusak pemandangan dan ekosistem,” tambahnya.

Rian berharap setelah TMMD usai, warga terutama generasi muda bisa meneruskan apa yang telah dimulai oleh para prajurit. “Ini bukan soal program, tapi soal kebersamaan dan tanggung jawab,” ucapnya penuh semangat.

Aksi nyemplung itu kini menjadi cerita inspiratif di kalangan pemuda desa—bahwa menjaga alam adalah tugas bersama, bukan sekadar slogan.