Satlantas Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) setempat, melakukan survei lokasi pada tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (5/1/2024), pasca kecelakaan lalu-lintas antara mobil pickup dan kereta api Malabar di perlintasan tanpa palang kereta wilayah Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu (4/1/2024).
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tulungagung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut, sambil menekankan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pagi ini, kami bersama Forum LLAJ Kabupaten Tulungagung melakukan cek dan survei lokasi ke TKP laka lantas,” ujar Kasat Lantas AKP Jodi Indrawan, S.I.K. Senin (5/2/2024).
Dalam keterangan rilisnya, Jodi menambahkan bahwa pihaknya, bersama Forum LLAJ, akan terus berupaya untuk keselamatan dan kemanan masyarakat di jalan raya.
Survei lokasi dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, dengan harapan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Lebih lanjut, Jodi mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, memperhatikan keselamatan lalu lintas, mematuhi rambu, dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
“Kami imbau agar masyarakat berhati-hati, sehingga kejadian laka lantas itu tidak terulang kembali,” tambahnya.
Warga setempat, seperti Suradi, mengapresiasi tindakan Satlantas Polres Tulungagung dan Forum LLAJ, berharap kegiatan semacam ini dapat sering dilakukan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
Dia menekankan pentingnya pemasangan palang pintu untuk mencegah kejadian serupa.
Sebelumnya, kecelakaan antara Mobil Pick Up dan Kereta Api Malabar terjadi pada 4 Februari 2024, sekitar pukul 07.27 WIB, di Perlintasan Sebidang kereta api tanpa palang pintu masuk Desa Aryojeding, Kec. Rejotangan.
Laka lantas ini menyebabkan dua penumpang mobil pick up mengalami luka ringan. (Ferry Kaligis)














