BERITA TERKINI

Satpol-PP Batanghari, Di Tes Urine Dadakan Oleh BNNK

×

Satpol-PP Batanghari, Di Tes Urine Dadakan Oleh BNNK

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, BATANGHARI – 20 Orang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Batanghari di tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Kegiatan tes urine tersebut dilaksanakan di Kantor Satpol-PP Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian.

“Hari ini merupakan kegiatan rutin BNN khususnya BNNK Batanghari yakni memonitor evaluasi P2M,  yang mana melakukan uji sampel ke lingkungan pemerintahan dalam hal ini Satpol-PP.  Sudah kita ambil urine sampel dari beberapa petugas Satpol-PP kisaran 20 Orang dari total 132 Orang,” kata Kepala BNNK Batanghari AKBP M. Zuhairi, Selasa (16/11/2021).

Dikatakan M. Zuhairi, ada sedikit miss komunikasi antara pihak BNNK dan Satpol-PP,  yang mana Kepala Satuan Polisi Pamong Praja keberatan akan kegiatan ini dan akan berkoordinasi terlebih dahulu ke Bupati Batanghari. Namun kegiatan tetap dilaksanakan oleh BNNK.

“Berdasarkan intruksi presiden kegiatan kami tentunya tidak bisa kami informasikan ke tempat yang akan di cek urine, karena demi ke akuratan data tersebut ya makanya kami datang kesini agak terkaget-kaget jugakan, tapi kita juga telah berkoordinasi secara langsung kepada Bupati dan pak Bupati sangat mendukung,” bebernya.

“Apa lagi selama ini pak Bupati sudah MoU bahwa personil, ASN, BNNK Batanghari tidak terlibat dan melibatkan diri pada jaringan narkoba ataupun pecandu narkotika, instansi lain tidak menutup kemungkinan kami datangi juga,” lanjutnya.

Kepala BNNK jelaskan, hasil uji sampel terhadap 20 Orang tersebut akan disampaikan langsung pada Kasat Pol-PP ataupun Bupati Batanghari.

“Kalau untuk hasil sementara waktu belum kita simpulkan karena ini masih dalam pemeriksaan jadi nanti kita laporkan langsung pada atasan, harapan kami kalaupun ada pecandu silahkan aja dating ke BNN dan tidak akan diproses hukum akan kita lakukan rehabilitasi karena ini merupakan korban bujuk rayu dari pengedar dan akan kita obati,” paparnya.

“Yang kedua uji sampel ini sebagai rem yang kira-kira ada indikasi setelah adanya shock terapi ini mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik lagi, bila perlu ia lepas dari jeratan narkoba ini,” pungkasnya.

Writer : Dewan Richardi
Editor : Riki Okta Putra