BERITA TERKINI

Satpol-PP Blitar Turut Beli Dagangan PKL Saat Berikan Himbauan Jam Malam

×

Satpol-PP Blitar Turut Beli Dagangan PKL Saat Berikan Himbauan Jam Malam

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, BLITAR – Kabupaten Blitar masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Kegiatan masyarakat seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), pertokoan, cafe dan swalayan dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Blitar setiap hari menggelar himbuan ke masyarakat dengan turun langsung ke lapangan.

Satpol-PP meminta warga untuk mematuhi jam malam yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami harap semua pedagang patuh pada jam malam, biar nanti kalau pandemi berakhir bisa kembali jualan hingga malam lagi,” ungkap Kabid Gakda Satpol-PP Kabupaten Blitar, Fransco Castello, saat penertiban jam malam di Kecamatan Kademangan, Rabu (28/07/2021) malam.

Tidak hanya memberikan himbauan, Satpol-PP juga memberikan paket sembako pada sejumlah PKL.

Ada 100 paket yang dibagi menjadi dua bagian, yakni 50 paket untuk Blitar wilayah utara, yakni wilayah Nglegok dan 50 paket untuk Blitar wilayah selatan yakni, Kademangan dan Sutojayan.

“Ini adalah paket sembako dari Ibu Bupati Blitar secara pribadi dan kami diminta untuk menyalurkannya,” ungkap Frans.

Frans menjelaskan, bahwa untuk menertibkan jam malam pedagang, juga harus memberikan solusi, salah satunya dengan pemberian paket sembako.

Jam malam yang diberlakukan oleh pemerintah secara otomatis akan mengurangi pendapatan mereka. Pandemi memaksa pemerintah untuk memberlakukan PPKM, sehingga kegiatan warga juga dibatasi.

“Semoga ini dapat membantu warga yang terdampak pandemi,” ungkapnya.

Tidak hanya memberikan paket sembako, seorang anggota Satpol-PP juga membeli sejumlah dagangan yang dijual oleh PKL. Ia membeli 2, 5 KG kacang rebus yang dijual oleh sala satu PK5 di sekitar pasar Kademangan.

“Ini kan harus pulang jam 8, jadi kita bantu dengan membeli agar cepat habis dan segera pulang,” ujar anggota Satpol-PP Kabupaten Blitar, Sri Peni.

Sementara itu, Tiana salah satu PKL di wilayah pasar Kademangan mengaku senang dengan paket sembako dari Bupati Blitar, Rini Syarifah.

Pembatasan jam malam membuat omset penjualan terang bulan miliknya berkurang drastis. Bila biasanya Meraka tutup pukul 22.00 hingga 23.00 WIB, kini harus mengakhiri aktivitasnya lebih awal.

“Sangat membantu mas, apalagi kondisinya seperti ini, berjualan tidak bisa maksimal,” ungkapnya.