MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Keberagaman menjadi kekuatan. Itu yang terlihat jelas di Aula Polres Kapuas Hulu pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam suasana penuh khidmat, Polres Kapuas Hulu menggelar doa bersama lintas agama sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Momen ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti nyata bahwa di tengah perbedaan iman, seluruh elemen masyarakat Kapuas Hulu bisa duduk bersama, menundukkan kepala, dan berdoa untuk satu tujuan Indonesia yang aman dan damai.
*Aula Polres Penuh: Dari Forkopimda Sampai Tokoh Pemuda*
Kegiatan yang berlangsung mulai pagi hari itu dihadiri lengkap.
Pemimpin upacara doa adalah Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda, S.I.K., M.H. Ia didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama Polres Kapuas Hulu.
Tampak hadir juga seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu. Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan atau ormas dari berbagai penjuru Kapuas Hulu.
Aula yang biasanya menjadi tempat rapat, hari itu berubah menjadi rumah doa bersama.
*Refleksi 80 Tahun Bhayangkara: Bukan Hanya Untuk Polri*
Membuka amanatnya, AKBP Roberto Aprianto Uda menegaskan bahwa peringatan tahun ini memiliki makna lebih dalam.
“Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kapolres.
Menurutnya, usia 80 tahun Polri harus diisi dengan evaluasi diri dan pengabdian yang lebih baik lagi kepada masyarakat.
*Doa Lintas Agama: Simbol Toleransi dan Kekuatan Bangsa*
Kapolres menjelaskan mengapa memilih format doa lintas agama di momen ini.
“Doa bersama lintas agama memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia, ” jelasnya.
Di Kapuas Hulu yang multikultural, pesan toleransi ini menjadi sangat relevan. Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan pemuka adat duduk dalam satu barisan, menunjukkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bersatu.
*Apresiasi Kapolres untuk Sinergitas yang Telah Terbangun*
Dalam sambutannya, orang nomor satu di Polres Kapuas Hulu itu juga menyampaikan rasa terima kasih.
“Kapolres Kapuas Hulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu,” ujarnya.
Ia menekankan, tanpa dukungan masyarakat, tugas Polri menjaga kamtibmas tidak akan berjalan optimal.
“Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. Dengan kebersamaan, setiap tantangan dapat kita hadapi demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, ” pungkas AKBP Roberto Aprianto.
*Ditutup dengan Doa Bergiliran Para Pemuka Agama*
Sebagai puncak acara, kegiatan ditutup dengan sesi doa bersama. Namun yang unik, doa dipimpin secara bergantian oleh para tokoh agama sesuai keyakinan masing-masing.
Setiap doa berisi harapan yang sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, dan perlindungan. Khusus untuk Kabupaten Kapuas Hulu, dipanjatkan doa agar daerah ini tetap aman, harmonis, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polres Kapuas Hulu ingin menegaskan komitmennya: Polri akan terus hadir, merangkul, dan berjalan beriringan dengan seluruh elemen masyarakat. Karena menjaga keamanan, adalah kerja kita bersama. (*)














