BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Saudara Mara Salim Harahap Minta Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Adiknya

×

Saudara Mara Salim Harahap Minta Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Adiknya

Sebarkan artikel ini
Farida (kiri), kakak Mara Salem Harapan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan adiknya (Tison Sembiring / Mattanews.co)
Farida (kiri), kakak Mara Salem Harapan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan adiknya (Tison Sembiring / Mattanews.co)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

 

MATTANEWS.CO, MEDAN – Farida Isnara Harahap tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Ketika dia mengetahui adik kandungnya sendiri, Mara Salim Harahap atau akrab disapa Marsal Harahap, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, pada hari Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Kakak kandung korban penembakan di Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) tersebut, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus yang menewaskan adiknya.

Ia meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra bersama jajarannya, bisa segera mengungkap kasus pembunuhan adiknya, yang juga seorang jurnalis.

Dia meminta polisi meringkus pelaku dan menghukum dengan seberat-beratnya. Hal ini dikatakan Farida, saat ditemui di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sumut, Sabtu siang.

“Kalau masalah, dia tak pernah cerita. Tapi dia selalu upload apa pun, terkait kegiatan dan berita-berita ke Facebook. Kalau dulu pernah beberapa tahun yang lewat, rumahnya dirusak orang juga gara-gara pemberitaan,” ucap Farida.

Sekitar tiga hari sebelum pembunuhan, dia dan mendiang adiknya sama-sama melayat di rumah neneknya, di Siantar Sumut.

Ketika ditanya apakah korban memiliki masalah, Farida mengatakan bahwa ia menduga terkait pemberitaan tentang maraknya narkoba.

“Itulah masalah narkoba. Dia ini orangnya vokal. Kalau berita memang akurat pasti diberitakannya. Pernah dia dikeroyok sejumlah orang, beberapa tahun yang lalu. Ya, sekitar 3 tahun yang lalu,” katanya.

Adik kandungnya memiliki 2 orang anak. Anak pertama Mara, kini sedang duduk di kelas 1 SMP dan yang kedua masih kelas 3 SD.

Dalam kehidupan sehari-hari, korban sering memberi bantuan pada anak yatim, setiap hari Jum’at barokah, sekarang malah anaknya yang jadi anak yatim.

“Kami semuanya 6 bersaudara. Almarhum anak keempat. Dia orangnya peduli dengan keluarga. Semua keperluan ibu, dia yang menanggung setiap bulan. Termasuk kalau ibu sakit, dia yang nanggung, karena dia yang punya penghasilan agak lumayan,” katanya.

Dengan mata berkaca-kaca, dia juga menjelaskan tentang kondisi adiknya usai dibunuh. Tembakan peluru yang tembus ke paha korban, mengakibatkan tulangnya patah.

“Kalau dibilang tidak ikhlas kita berdosa karena kita harus ikhlas, walaupun sebenarnya tidak ikhlas. Karena tidak ada yang mau seperti ini iya kan. Seperti yang saya bilang, mungkin sampai disini umur dia. Tetapi proses tetap harus berjalan,” pinta kakak korban.