Sebelum Ditemukan Tewas, Herlina Masih Sempat Jalan dengan Teman Sejawat

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Herlina (28) seorang Terapis Kecantikan di AA Freeda Aesthetic yang beralamat Jln.Pangkalan Benteng Km 14 Sukajadi, ditemukan tewas tergeletak dipinggir jalan Noerdin Pandji kecamatan Sukarami Palembang, Sumatera Selatan.

Adapun info yang dihimpun dari Bapak kandung korban, Suherman (52) menjelaskan bahwa korban ini sudah bekerja diklinik tersebut.

“Korban ditemukan dipinggir jalan oleh anak kecil yang melaporkan pada satpam di dekat tkp, korban ini sudah punya rumah sendiri, baru kredit 9 bulan, cerita sama ibunya sudah punya kekasih dipalembang, punya kendaraan Mobil Agya dan motor Beat,” terang Suherman saat mendatangi RS. Bhayangkara.

Saat ditemui di tempat yang sama, Wike Yulianita selaku pemilik klinik Kecantikan yang dimana tempat korban bekerja mengatakan dirinya baru tahu peristiwa itu sore ini, hari Kamis kemarin korban masih masuk kerja, masuk jam 10 pagi dan pulang jam 8 malam.

“Tapi hari ini ia tidak masuk dan tumbennya tidak kasih kabar, sudah dihubungi teman-temannya satu klinik tapi tidak dibalas, dia tidak pernah dijemput, selalu pulang sendiri dengan motornya” jelasnya.

Wike pun menambahkan bahwa, korban berprilaku biasa saja, tidak pernah ada keluh kesah dalam bekerja atau hal pribadi selama 3 bulan bekerja di klinik miliknya.

“Terakhir kembali bekerja kemarin, beliau masih menggunakan seragam klinik, tapi di foto itu ia menggunakan baju biru, celana hitam dan sepatu kuning, sepatu kuning itu memang sering dibawanya, tapi sepatu seragam bukan sepatu kuning itu, dan tadi dikabarkan oleh pihak polisi bahwa Herlina kecelakan, tapi Helmnya ada, motornya tidak ada, handphonenya tidak ada.” jelasnya kepada awak media saat diwawancarai.

Namun saat informasi yang didapat dari sepupu korban, Randes (27) menuturkan bahwa pada saat pulang korban bersama teman satu klinik sempat jalan bersama. Namun saat di tengah perjalanan sekira pukul 22.00 korban izin pergi ke daerah pusri. Lalu untuk sosial medianya, WhatsApp korban masih dalam kondisi aktif pada pukul 00.30 dini hari.

Bacaan Lainnya

Sementara dr Indra Nasution Sp.KF mengatakan hasil dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan luar, dan akan melanjutkan pemeriksaan dalam tapi pihak keluarga menolak.

“dan hasilnya yang kita jumpai terdapat luka memar yang luas pada bagian kepala dan muka, kemungkinan besar itu retak di tengkorak kepala, diduga hantaman benda tumpul, selain itu luka lecet dipinggang, dengkul, tumit ” jelasnya.

Indra pun menambahkan terkait ada info beredar bahwa mulut korban mengeluarkan busa, itu bisa terjadi karena ada tiga faktor penyebab.

“Mulut mengeluarkan buih dimulut mayat bisa disebabkan oleh penyakit, faktor mekanis seperti cekikkan, yang terakhir obat – obatan, tapi setelah diperiksa tidak ada obat – obatan, jadi kemungkinan besar matinya oleh hantaman di tengkorak kepala korban tersebut, itu yang paling fatal kita jumpai dalam pemeriksaan tadi.” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait