BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHANSPORT

Sejarah Terukir! Bupati Kapuas Hulu Saksikan Jakarta Bhayangkara Juara AVC 2026 di Pontianak, Harap Lahirkan Bibit Voli dari Bumi Uncak Kapuas

×

Sejarah Terukir! Bupati Kapuas Hulu Saksikan Jakarta Bhayangkara Juara AVC 2026 di Pontianak, Harap Lahirkan Bibit Voli dari Bumi Uncak Kapuas

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pontianak mendadak jadi pusat perhatian pecinta voli Asia. GOR Terpadu Ahmad Yani dipenuhi lautan suporter pada Minggu malam, 17 Mei 2026, saat laga final AVC Men’s Champions League 2026 berlangsung panas dan bersejarah.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, hadir langsung menyaksikan puncak turnamen bergengsi level Asia tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan olahraga, khususnya voli, di Kalimantan Barat.

*Jakarta Bhayangkara Ukir Sejarah*

Laga final mempertemukan wakil tuan rumah Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi, dengan raksasa voli asal Iran, Foolad Sirjan Iranian.

Di hadapan ribuan penonton yang memadati GOR, Bhayangkara tampil luar biasa dan berhasil menumbangkan lawan dengan skor ketat 3-1.

Kemenangan ini bukan sekadar trofi. Ini adalah sejarah baru bagi voli Indonesia. Untuk pertama kalinya, klub tanah air berhasil meraih gelar juara tertinggi di ajang AVC Men’s Champions League. Atmosfer gemuruh dan haru langsung pecah begitu poin terakhir jatuh ke kubu Indonesia.

*Bupati Fransiskus: Ini Momen Bersejarah untuk Kalbar*

Ditemui usai pertandingan, Bupati Fransiskus Diaan yang akrab disapa Bang Sis tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Ia menyebut terselenggaranya AVC 2026 di Pontianak sebagai kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

“Ini adalah momen bersejarah. Kita saksikan langsung bagaimana kualitas dunia bertanding di depan mata kita. Lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan, tapi juara dari Iran. Kemenangan Indonesia malam ini luar biasa,” ujarnya dengan antusias.

Bang Sis berharap atmosfer kompetisi kelas dunia ini bisa menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet muda di daerah. Termasuk di Kapuas Hulu, yang selama ini terus berupaya membina bibit atlet voli.

“Semoga prestasi ini menular kepada bibit-bibit atlet di daerah, khususnya di Kapuas Hulu agar semakin semangat berlatih. Kalau kita punya fasilitas dan pembinaan yang serius, saya yakin anak-anak Kapuas Hulu bisa bersaing,” tegasnya.

*Dampak Ekonomi dan Promosi untuk Kalbar*

Lebih dari sekadar olahraga, ajang sebesar AVC Men’s Champions League dinilai Bupati memberikan dampak ekonomi dan promosi yang luar biasa bagi Kalimantan Barat. Kehadiran tim, ofisial, dan wisatawan dari berbagai negara secara tidak langsung memperkenalkan Kalbar ke kancah internasional.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PBVSI, dan masyarakat dalam memperkuat pembinaan atlet.

Fasilitas olahraga yang memadai dan program pelatihan berkelanjutan menjadi kunci agar talenta-talenta muda dari Kapuas Hulu bisa muncul dan menembus level nasional hingga internasional.

“Kita tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus jadi bagian dari cerita itu. Ke depan, saya ingin ada anak Kapuas Hulu yang main di final seperti ini dan mengharumkan nama daerah,” harap Bang Sis.

*Penutupan Meriah, Kalbar Tuai Pujian*

Acara penutupan AVC Men’s Champions League 2026 berlangsung meriah dan khidmat. Hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara, jajaran pengurus pusat PBVSI, serta delegasi voli dari berbagai negara di Asia.

Turnamen ditutup secara resmi dengan seremoni penyerahan piala juara. Pemain terbaik pada turnamen ini juga diumumkan, dan sebagian besar didominasi oleh penggawa Jakarta Bhayangkara Presisi yang tampil konsisten sepanjang kompetisi.

Keberhasilan Pontianak sebagai tuan rumah mendapat pujian luas dari delegasi internasional. Hal ini menjadi modal penting bagi Kalimantan Barat untuk terus dipercaya menggelar event olahraga berskala besar di masa mendatang. (*)