BERITA TERKINI

Sekda ABT Bongkar Siapa Pahlawan Pertama Fakfak Yang Mengangkat Senjata Melawan Belanda

×

Sekda ABT Bongkar Siapa Pahlawan Pertama Fakfak Yang Mengangkat Senjata Melawan Belanda

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke 78 tahun. Pemerintah Kabupaten Fakfak menyelenggarakan kegiatan gebyar merah putih yang berlangsung ditaman satu tungku tiga batu, Selasa (15/8/2023)

Pantawan media Nasional ini, Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Fakfak, Wakil Bupati Fakfak, Sekda, Forkopimda, Pimpinan OPD, OKP/OKPI, Guru, Pelajar dan ribuan masyarakat yang memadati taman satu tungku tiga batu dengan mengenakan kaos merah putih sambil mengibarkan bendera merah putih

Sekda Fakfak  Drs.Ali Baham Temongmere MTP, dalam sambutanya menyampaikan, Didalam dudumen resmi laporan resmi ratu belanda kepada parlemen belanda pada tahun 1902, yang disampaikan diparlemen Belanda tahun 1903, bahwa ada seorang pahlawan dari Fakfak Pati Muni yang  mengangkat senjata pertama kalinya untuk melawan Belanda di Tubir Seram.

“Tercatat namanya dalam dukumen resmi pemerintah Belanda dalam laporan resmi Ratu Belanda ke Parlemen Belanda,” ujarnya.

“Dukumennya ada pada saya,” sambung Ali Baham Temongmere

Oleh karenanya, tidak salah dalam kepemimpinan Matondang dan seluruh masyarakat saat itu menyatakan Tubir Seram adalah bumi merah putih.

“Hal demikian dilanjutkan Dengan semnagat membangun pariwisata, Bupati untung Tamsil dan Wakil Bupati Yohana Dina Hindom menjadikan Tubir Seram Sebagai bumi merah Putih,” ujar ABT

Ali baham Temongmere yang biasa dengan sapaan ABT mengungkapkan, melalui kegiatan ini dapat membuat semangat kita semua untuk mewujudkan Fakfak Tersenyum (Terdepan, Sejahtera, Nyaman, Unggul dan Mandiri). Pintu gerbang kemerdekaan yang dibuktikan oleh pejuang bangsa ini kita harus isi dengan pembangunan yang berkelanjutan.

“Mari kita mendukung pembangunan  dinegeri ini untuk menuju Fakfak tersenyum walaupun dalam waktu yang sesingkat singkatnya,” tuturnya.

“Dahulu kami berjuang untuk merah putih, sekarangpun kami berjuang untuk merah putih, bukan mengkobarkan semangat ini kepada anak cucu kita untuk meneruskan perjuangan ini,” tandas ABT.