Sekda dan Ketua TP PKK Angeline Fremalco Rapat Audit Kasus Stunting di Kapuas Hulu

Foto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Mohd Zaini, Ketua TP PKK sekaligus bunda asuh anak stunting Kabupaten Kapuas Hulu Angeline Fremalco F Diaan

MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU -Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Mohd Zaini menghadiri rapat audit kasus stunting di Kabupaten Kapuas Hulu. Pada acara tersebut hadir Ketua TP- PKK sekaligus bunda asuh anak stunting Kabupaten Kapuas Hulu Angeline Fremalco Diaan serta di dampingi Sekretaris Bappeda Kapuas Hulu

Acara tersebut membahas tentang bagaimana cara penanganan kasus stunting yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu Mohd Zaini mengatakan audit kasus stunting merupakan rangkaian akhir dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan melalui upaya identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans.

“Baik yang rutin ataupun melalui sumber data lainnya, sebagai bentuk kegiatan penapisan kasus – kasus yang sulit, termasuk mengatasi masalah mendasar pada kelompok sasaran, yaitu calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui/ibu nifas, baduta dan balita, “kata Sekda membacakan sambutan Wakil Bupati Kapuas Hulu.Jumat (23/12)

Dikatakan Sekda, Sesuai dengan perpres Nomor 72 Tahun 2021 Pasal 8 (Delapan) rencana aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Ran Pasti), yang terdiri atas kegiatan prioritas yang paling sedikit.

“Mencakup antara lain adalah audit kasus stunting dengan melakukan sedikitnya 5 (Lima) skema pendekatan berbasis keluarga resiko komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, “ujar Sekda.

Disampaikan Sekda, secara sepintas angka penurunan stunting di Kapuas Hulu telah mengalami penurunan,namum angka ini masih cukup tinggi.

“Artinya 1 (satu) dari 3 (tiga) balita di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu masih mengalami kekerdilan (Stunting), hal ini dapat dilihat dari hasil pendataan keluarga pada Tahun 2021 (PK21).Bahwa dari jumlaj 63.858 keluarga di Kabupaten Kapuas Hulu, terdapat keluarga berpotensi resiko stunting sebesar 37.831 keluarga atau berjumlah 59,24 persen, “bebernya.

Bacaan Lainnya

Masih kata Sekada, kemudian untuk kategori keluarga berisiko stuting adalah, sebanyak 30.674 keluarga atau sebesar 48,03 persen, untuk itulah angka ini patut memdapat perhatian yang serius dari kita semuanya.

“Disamping Itu, tingginya stunting saat ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan yang mendasar, ketidaktahuan di tingakat masyarakat terhadap faktor – faktor stunting, termasuklah dikarenakan adanya beberapa pelayanan kesehatan yang belum sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan pada beberapa Desa,sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya stunting, “jelas Sekda

Untuk Itu, pesan Sekda. Upaya peningkatan engetahuan, keterampilan bahkan kepedulian pada setiap kelompok sasaran dan keluarga sasaran menjadi sangat penting dilakukan.

“Sebab dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan kepedulian masyarakat, diharapkan kelompok sasaran dan keluarga sasaran dapat melakukan perubahan perilaku guna mendukung seluruh rangkaian kegiatan pencegahan stunting, “ulasnya.

Ditambahkan Sekda, peningkatkan pelayanan kesehatan dan termasuk peningkatkan melalui peningkatan kapasitas kader yang ada di setiap Desa dan di setiap lin perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Agar selanjutnya semua jajaran diharapkan memiliki pengetahuan yang kompleks dan mumpuni tentang Stunting, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat memberikan informasi dengan akurat, “ujarnya

Diakir sambutananya, Sekda berpesan.Guna mempermudah melakukan intervensi dan layanan dengan tepat. Hal Ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat yang tinggi.

“Dengan harapan akhirnya terjadi suatu perubahan perilaku yang signifikan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pencegahan stunting secara dini dan menyeluruh di Kabupaten Kapuas Hulu, “tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait