Reporter : Rachmat
KAYUAGUNG, Mattanews.co – Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diharapkan mampu berperan dalam memberantas peredaran penyalahgunaan narkoba.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sendiri, dengan sebagian besar wilayah perairan menjadi surga bagi bandar narkoba dalam mendistribusikan barang haram melalui jalur laut. Disinyalir, peredaran narkoba justru marak di sejumlah desa perairan.
Sekretaris Daerah Husin dengan tegas mengatakan, Pemkab OKI tidak mentolerir bagi pegawai yang terjerat narkoba. Ia mengatakan, sebaiknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menganggarkan dana test urine setiap instansi masing-masing.
“Pelaksanaan bisa dimulai di instansi pemerintah, termasuk desa dapat juga menganggarkan tes urine,” jelasnya pada Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Pemkab OKI di Kayuagung, Kamis (04/04/2019).
Bagi dirinya, jangan lelah untuk berbuat kebaikan, Terutama dalam menyelamatkan umat terbebas narkoba. Menurutnya, sekecil apapun yang telah diberikan, akan menjadi amal jariyah.
Ia juga menuturkan, peredaran narkoba saat ini sudah taraf mengkhawatirkan, sehingga baginya pengawasan tidak hanya berlaku sekali saja, melainkan diselenggarakan secara rutin
“Tes urine tidak bisa hanya berlaku sekali saja, namun harus dilaksanakan setiap tahun. Kades juga dapat memanfaatkan dana desa untuk kegiatan ini,” terangnya.
Selain tes urine, metodologi tes narkoba dapat juga melalui darah dan rambut. Ia mengatakan, melalui tes rambut dan darah, selain harganya lebih dari tes urine, namun tentunya memiliki tingkat akurasi tinggi.
Diakuinya, meskipun Badan Narkotika Nasional Kabupaten belum memilki fasilitas bagi tes melalui darah dan rambut, namun ia terus mendorong masing-masing OPD tetap melaksanakan tes urine. Ia juga menambahkan, pada waktu lalu, Pemkab sendiri pernah melakukan test urine secara besar-besaran. Ia mengatakan, estimasi per orang, pada waktu itu berkisar Rp140 Ribu.
“Meskipun biaya tes melalui rambut dan darah tergolong tinggi, tapi bukan halangan bagi BNNK untuk melaksanakan tes urine,” imbuhnya.
Husin mengharapkan, keseriusan tim terpadu P4GN dalam memerangi bahaya narkoba. Ia mengutarakan, keberadaan P4GN memiliki peran dalam mewujudkan generasi masa nanti terbebas dari narkoba.
“Pencegahan narkoba membutuhkan keseriusan untuk menjalaninya. Terlebih, Bupati ditunjuk sebagai ketua, dan Sekda sebagai wakilnya. Pastinya, bukan hanya sekedar saja,” tuntasnya.
Editor : Anang














