BERITA TERKINI

Sekumpulan Anak-anak Karyawan BUMN di Sumsel Ikut Deklarasikan FKPPIB

×

Sekumpulan Anak-anak Karyawan BUMN di Sumsel Ikut Deklarasikan FKPPIB

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Forum Komunikasi Putera Puteri Indonesia Bersatu (FKPPIB) Sumatera Selatan turut serta dalam ‘Deklarasi FKPPIB’ yang dilakukan dibeberapa Kota se Indonesia, secara Virtual.

Organisasi FKPPIB merupakan wadah aspirasi anak-anak karyawan BUMN untuk memberikan berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Dimana, FKPPIB telah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.

Korda FKPPIB Sumsel, M Bagus Ali, mengatakan, usai mendeklarasikan pihaknya akan fokus dalam menjalankan program khusus dibidang pendidikan. Selain itu, ia akan melakukan penerimaan anggota baru.

“Fokus ke dalam pendidikan dan kebermanfaat untuk orang banyak. Kemudian dalam sebulan kedepan, akan melakukan OR. Dimana, kita akan merekrut anak-anak dari karyawan BUMN dan bukan dari karyawan non BUMN sebagai partisipan,” katanya, saat di Sandyakala Cafe, Palembang, Rabu (15/12/2021)

Dilanjutkan Bagus, semua anggota tang ada agar tetap menjaga semangat dan patriotisme. Sehingga, bisa berpatisipasi dalam memeperbaiki perekonomian di Sumsel.

Begitu juga dikatakan Pembina FKPPIB Sumsel, Haryoto. Dimana, Sumsel memiliki potensi SDA sebagai lumbung BUMN. Seperti, dibidang perkebunan, pertambangan dan lainnya.

“Kita lengkap, bagaimana tinggal adik-adik berkarya dan membantu mengoptimalkan SDA di Sumsel,” ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga akan menfokuskan di bidang Sosial dan Pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar bisa menempuh pendidikan tinggi bagi anak-anaknya, dengan bekal dan sarana.

Jadi, bersama deklarasi kedepannya, dapat memberikan wadah bagi putra putri yang saat ini di BUMN untuk bisa berkiprah berkarya kedepannya,” tukasnya.

Ditempat terpisah melalui virtual Deklalator FKPPIB, Andi Firmansyah mengatakan, deklarasi dilakukan secara terbatas. Namun, diikuti oleh ratusan peserta secara virtual dari beberapa provinsi. Deklarasi tersebut, untuk menyatukan seluruh energi positif dalam menyambut masa depan.

“Harus diakui, selama ini anak-anak karyawan BUMN tidak ada saluran aspirasi yang berkorelasi positif kepada tempat orang tua kami berkarya. Kami tidak punya akses dan jalur konstruktif untuk bisa bersinergi. Oleh semangat itu, kami ingin membangun relasi ini melalui FKPPIB,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa aspirasi yang menjadi titik berat saat ini. Diantaranya, kesempatan anak-anak karyawan BUMN untuk mendapatkan pendidikan yang memadai.

“Masih banyak anak karyawan BUMN, terutama pada golongan rendah, tidak bisa mengakses pendidikan yang sepadan dengan semangatnya. Oleh karena itu, FKPPIB akan menjadi saluran agar anak-anak bisa mendapat subsidi dari BUMN agar dapat mencapai cita-citanya,” tuturnya.

Kemudian, dalam mensinergikan kompetensi di bidang perkerjaan, Andi Melanjutkan, saat ini tidak ada mekanisme apapun yang legal bagi karyawan untuk bisa menjadi pewaris pekerjaan orang tuanya.

“Kita harus buka peluang itu, tetapi harus dengan mekanisme yang legal dan terukur sesuai kompetensi dan kapablitasnya,” lanjutnya.

Tak hanya itu, terdapat 3 bidang lain yang akan menjadi ladang perjuangan FKPPIB. Seperti, soal ekonomi yang mensinergikan program Tanggung Jawab Sosial kepada Lingkungan (TJSL, CSR) BUMN yang bisa diakses oleh anak karyawan secara berkeadilan. Lalu, masalah fasilitasi BUMN kepada anak-anak yang memiliki talenta di bidang seni, budaya, olahraga, dan keagamaan.

“FKPPIB akan menjadi katalisator atau lembaga resmi yang akan mengantarkan anak-anak karyawan BUMN untuk mendapat perhatian. Di lain pihak, organisasi ini juga akan menjadi early warning system bagi setiap BUMN terhadap suatu dinamika korporasi, baik internal maupun eksternal,” pungkasnya.