NUSANTARA

Semangat Gotong-Royong, Warga Muba Bangun Jembatan

×

Semangat Gotong-Royong, Warga Muba Bangun Jembatan

Sebarkan artikel ini

Kami[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

Reporter : Anang

MATTANEWS.CO, MUSI BANYUASIN – Kompak dan menginspirasi, meski tanpa upah dan hanya bermodalkan semangat gotong-royong.

Itulah yang dilakukan warga Dusun 3 Desa Simpang Bayat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel).

Mereka berhasil membangun jembatan yang menghubungkan antara Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Muba melalui program Padat Karya Tunai (PKT).

PKT merupakan program pembangunan desa, yang memberdayakan warga Desa setempat. Biasanya warga yang terlibat menerima upah.

Namun berbeda dengan warga Dusun 3 Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir Muba.

Mereka rela menghibahkan upahnya, untuk pembelian material bangunan jembatan.

Tak tanggung-tanggung secara bergotong royong, membangun jembatan permanen.

Salah satu warga Dusun 3 Desa Simpang Bayat Roni mengaku, warga semua kompak secara bersama membangun jembatan tersebut.

“Karena memang satu-satunya akses warga, jembatan yang lama sudah lapuk,” katanya, Senin (28/12/2020).

Terlebih di daerah tersebut rawan sering kebanjiran atau air sungai meluap.

Sehingga haeus dibangun jembatan yang permanen.

“Kami ikhlas gotong royong. Upah kami kami hibahkan kembali untuk membeli material bangunan jembatan ini,” ujarnya.

Kades Simpang Bayat Alek mengatakan, pembangunan jembatan di Dusun 3 Desa Simpang Bayat melalui program PKT ADD/K APBD Muba tahun 2020.

Pihaknya juga membenarkan, adanya warga yang rela menghibahkan Harian Orang Kerja (HOK).

“1434 HOK yang dihibahkan senilai Rp 155 juta. Dengan 75 juta untuk pembelian material,” ucapnya.

Dengan jumlah tersebut, lanjutnya, bisa membangun jembatan yang lebih pakem dan permanen.

Dia juga berterima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Melalui program ini, masyarakat sangat gembira akan adanya pembangunan di Desa.

“Terutama jembatan ini sudah 5 tahun dinantikan warga,” ungkapnya.

 

Apresiasi Bupati Muba

Sementara Camat Bayung Lencir, M Imron menuturkan, keistimewaan program Padat Karya Tunai di Desa Simpang Bayat ini, karena adanya rasa memiliki dan kekompakan yang ditunjukkan oleh warga.

“Yang lebih keren di sini, warga secara sukarela menghibahkan upah mereka demi membangun jembatan yang kokoh. Ini untuk kepentingan akses transportasi hasil kebun warga itu sendiri,” katanya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi semangat gotong-royong dan rasa kebersamaan, serta rasa memiliki yang ditunjukkan oleh warga Desa Simpang Bayat.

“Luar biasa apa yang dilakukan oleh warga Desa Simpang Bayat ini, mereka rela membangun jembatan yang permanen tanpa menerima upah, saya salut mendengar ada warga yang sangat tangguh seperti ini,” katanya.

Menurutnya, program PKT merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba, di masa pandemi.

“Ini dalam upaya percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi desa,” ujarnya.

Apa yang sudah dilakukan warga Simpang Bayat Bayung Lencir ini, menurutnya harus diikuti oleh Kecamatan lainnya di Muba.

“Semangat kebersamaan dan gotong-royong ini harus ditularkan ke Kecamatan lainnya, ini gerakan nyata merealisasikan pembangunan daerah,” ucapnya.

Editor : Nefri