MATTANEWS.CO, SURABAYA – Ratusan lansia dari kelurahan Kapas Madya di Kecamatan Tambaksari mengikuti peringatan Hari Lansia Nasional yang digelar warga RW 06 Kelurahan Kapas Madya Baru di Balai RW 06 Kapas Lor, Jumat (30/5/2026). Kegiatan sosial dan silaturahmi tersebut bertujuan mendorong para lanjut usia agar tetap sehat, bahagia, mandiri, serta produktif di usia senja.
Peringatan Hari Lansia Nasional yang diinisiasi Ketua Panitia Raden Ayu Istighfarin itu mendapat sambutan antusias dari para peserta yang mayoritas berusia di atas 60 tahun. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis dari Puskesmas Gading, bazaar, pembagian minyak goreng gratis, edukasi kesehatan tulang, hingga hiburan elektone dan karaoke bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kesejahteraan dan Perekonomian Kecamatan Tambaksari, Nunung Sulistianingsih, yang mewakili pemerintah kecamatan. Hadir pula Kasi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian Kelurahan Pacar Kembang, Nunuk Yustiningrum.
Dalam sambutannya, Raden Ayu Istighfarin menyampaikan bahwa peringatan Hari Lansia Nasional merupakan bentuk penghormatan kepada para orang tua yang telah memberikan banyak kontribusi dan pengorbanan bagi keluarga maupun masyarakat.
“Hari lansia adalah bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah memberikan banyak pengorbanan, waktu, tenaga, dan kontribusi bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya. Kami berharap para lansia merasa dihargai, merasa dibutuhkan, lebih sehat, bahagia, mandiri, dan tetap berdaya bagi dirinya sendiri,” ujar Raden Ayu.
Ia juga berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan dapat berkembang menjadi program rutin yang mampu menjadi wadah silaturahmi dan pemberdayaan lansia.
“Kami ingin ada kegiatan berkelanjutan, tidak hanya setahun sekali. Bisa setiap bulan atau dua minggu sekali agar para lansia memiliki ruang untuk berkumpul, saling menguatkan, dan merasa tidak sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Nunung Sulistianingsih menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKKBN saat ini juga tengah mengembangkan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) di sejumlah wilayah. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap aktif, sehat, dan produktif.
“Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki program Sekolah Lansia Tangguh atau Selantang. Program ini sangat bermanfaat karena membantu lansia menjadi lebih mandiri, produktif, sehat, bahagia, dan tetap merasa dihargai serta berdaya guna bagi keluarga maupun masyarakat,” jelasnya.
Menurut Nunung, program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kelurahan di Kecamatan Tambaksari sehingga semakin banyak lansia yang memperoleh manfaat dari kegiatan pembinaan dan pemberdayaan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Salah satunya Monika (64), seorang lansia yang telah menjanda selama 22 tahun dan sehari-hari merawat cucu serta keponakannya yang menyandang disabilitas. Ia mengaku sangat bahagia dapat mengikuti kegiatan tersebut karena jarang memiliki kesempatan untuk bersosialisasi.
“Saya senang sekali bisa ikut acara seperti ini. Jarang berkumpul karena sehari-hari harus menjaga cucu dan merawat keluarga. Hari ini rasanya bahagia bisa bertemu banyak teman dan ikut kegiatan bersama,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Bawon (67),seorang nenek yang tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara meski hasil pemeriksaan kesehatannya menunjukkan kadar kolesterol yang cukup tinggi.
“Saya berharap kegiatan seperti ini sering diadakan. Kami merasa diperhatikan dan bisa berkumpul dengan teman-teman sesama lansia,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menggelar pemotongan tumpeng dan memberikan penghargaan kepada sejumlah lansia yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam keluarga dan kehidupan sosial. Penghargaan khusus juga diberikan kepada peserta lansia tertua yang hadir, yakni laki-laki berusia 83 tahun dan perempuan berusia 76 tahun.
Melalui kegiatan tersebut, panitia bersama pemerintah setempat berharap para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, aktif, mandiri, serta tetap memiliki peran penting dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.















