HUKUM & KRIMINAL

Sempat Kabur dan Buang Barbuk, Pengedar Sabu Dibekuk Tim PRC Polres Padangsidimpuan

×

Sempat Kabur dan Buang Barbuk, Pengedar Sabu Dibekuk Tim PRC Polres Padangsidimpuan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PADANGSIDIMPUAN – endati sempat kabur melarikan diri, hingga membuang barang bukti (Barbuk), terduga pengedar sabu berinisial, RAL (30), akhirnya sukses dibekuk tim patroli reaksi cepat (PRC) Sat Sabhara Polres Padangsidimpuan.

Pria warga Jalan Raja Imbang, Desa Huta Limbong, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan itu ditangkap tak jauh dari rumahnya, Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Penangkapan tersangka, bermula dari adanya laporan masyarakat, yang mana menyebut di satu rumah di Jalan Raja Imbang kerap terjadi transaksi narkoba,” kata Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Juliani Prihartini, S.I.K., M.H., melalui Kasat Sabhara, AKP Rudi Siregar, S.H., kepada awak media.

Berdasarkan informasi itu, lanjut Kasat, tim PRC yang digawangi Bripka Akhiruddin Harahap, Bripka Fadli Arisandi, Brigadir Chandra Satria, Bripda Eko Rahmansyah, Bripda Bobby Siregar, Bripda Hans, dan Bripda Fallis, akhirnya meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Kasat menjelaskan, saat digerebek di dalam rumahnya, RAL sempat terkejut dan sontak melarikan diri dari tim PRC. RAL berlari ke arah dapur rumahnya sembari membuang suatu benda mencurigakan. Untungnya, RAL berhasil dibekuk tim PRC.

“Kemudian, tim PRC mengambil benda yang dibuang RAL dan ternyata isinya adalah dua bungkus plastik klip transparan diduga berisi sabu seberat 0,65 Gram,” terang Kasat.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan sebungkus kotak rokok yang berisikan sejumlah plastik klip transparan kosong. Guna proses pemeriksaan lebih lanjut, kini RAL berikut Barbuk yang diamankan telah diserahkan ke Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan.

Kepada petugas, RAL saat diinterogasi mengaku jika barang haram yang dimilikinya itu sebagian untuk dikonsumsi sendiri. Sedangkan sebagian lainnya dijualnya kepada rekan-rekannya. RAL juga mengaku jika hasil penjualan sabunya sendiri tidak tetap.