MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Berupaya untuk mengurangi debit air di Kecamatan Sukarami, Seluas empat hektar tanah rawah yang berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Jalan Bandara Residence, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang di jadikan kolam retensi.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dengan adanya kolam retensi tersebut bisa membantu mengurangi debit air di tiga kelurahan, Kecamatan Sukarami.
“Mudah mudahan dengan adanya kolam rentesi ini bisa mengurangi dan mereduksi debit air di Kecamatan Sukarami,” ujar Deru didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung tempat yang akan dijadikan kolam retensi, Rabu (13/4/2022).
Lanjutnya, menurut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII, kawasan tersebut sangat layak untuk dijadikan kolam reternsi. Untuk itu, dia meminta dukungan kepada seluruh jajaran terkait, mulai dari Pemkot Palembang dan masyarakat agar dalam pengerjaan cepat terlaksanakan.
“Perlu dukungan dari semua pihak, baik itu pemkot maupun masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu Kepala BBWS VIII, Maryadi Utama mengungkapkan, kolam retensi ini ditargetkan selesai pengerjaan pada akhir 2024 dan anggaran pembangunan sebesar Rp 62 Miliar. Retensi ini akan meliputi beberapa kecamatan yang ada di Kecamatan Sukarami.
“Targetnya selesai di tahun 2024,” ujarnya.
Untuk pembebasan lahan sendiri katanya, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembag bekerjasama. Pembebasannya dari Pemkot Palembang sudah mencapai 100 persen. Sedangkan Pemprov sendiri baru mencapai 30 persen. Untuk biaya pembebasan lahan dari Pemprov Sumsel Rp 20 Miliar baru terealisasi 30 persen. Sementara Pemkot, Rp 19,8 miliar.
“Untuk pembebasan lahan Pemprov dan Pemkot bekerjasama dalam hal ini,” pungkasnya.














