MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Tanaman Kratom yang memiliki bahasa latin Mitragyna Speciosa, saat ini menjadi primadona di Kabupaten Kapuas Hulu, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Tanaman Kratom ini banyak hidup di pulau Kalimantan tak terkecuali di Kapuas Hulu dan rata – rata ditanam di 23 Kecamatan tak terkecuali di Kecamatan Putussibau Selatan.
Baru-baru ini, petani di Kecamatan Putussibau Selatan dikejutkan dengan adanya hama ulat daun yang menyerang tanaman komoditi ekspor ke mancanegara.
“Ribuan tanaman Kratom saya hampir 2 Minggu ini tidak bisa di panen daun nya. Karena satu pohon daun habis di makan ulat daun tinggal tersisa batang pohon yang tersisa,” kata Ridwan salah satunya petani di Kedamin Hilir kepada http://Mattanews.co Sabtu (9/4/2022) kemarin.
Diceritakan Ridwan, hama itu menyerang ketika dirinya memanen daun Kratom.
“Usai panen itu, muncul tunas baru yang kemudian diserang hingga tak tersisa lagi daun nya,” jelas pria yang akrab disapa Iwan.
Dikatakan Iwan, aklibat serangan hama ulat tersebut Ia mengalami kerugian jutaan rupiah.
“Untuk saat ini para tengkulak membeli daun Kratom kering dalam bentuk remahan hijau dan bersih dari gagang per Kg Rp16 ribu,” ujarnya
“Kemarin harga Kratom turun drastis tidak ada permintaan. Kini harga mulai naik tanaman Kratom tidak bisa di panen,” keluh Iwan.
Ia berharap kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Pertanian turun kelapangan mengecek langsung dan memberikan solusi kepada para petani Kratom.














