MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Tepat 20 Februari 2026 ini, satu tahun kepemimpinan Wali Kota (Wako) Prabumulih, H. Arlan atau Cak Arlan bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M atau Bang Franky.
Dalam setahun pasangan pemimpin dikota berjuluk Kota Nanas ini, berbagai langkah- langkah kerja yang nyata telah mereka lakukan. Tidak hanya menyentuh aspek fisik dan wajah kota, tetapi juga menyasar pembenahan internal birokrasi, penataan aset daerah, serta peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih berupaya meletakkan fondasi perubahan secara menyeluruh, dari tata kelola pemerintahan hingga pelayanan kepada masyarakatnya.
Penataan Kawasan Perdagangan dan Pasar
Salah satu gebrakan awal adalah relokasi pedagang di Jalan Prof M. Yamin. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kemacetan dan menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan.
Penataan juga dilakukan di Pasar Pagi eks Mapolsek Prabumulih Timur agar aktivitas jual beli lebih tertata dan nyaman.
Sementara itu, Pasar Tradisional Mandiri (PTM) I dan PTM II Pasar Inpres menjadi fokus penghidupan kembali pusat perdagangan yang sebelumnya kurang optimal.
Pendataan ulang pedagang, pengisian kios kosong, peningkatan kebersihan, serta penguatan sistem pengelolaan pasar menjadi langkah konkret. Pemkot ingin memastikan pasar tradisional tetap menjadi jantung ekonomi masyarakat.
“Kita ingin seluruh pusat perdagangan hidup dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi warga,” ujar Cak Arlan.
Menghidupkan Fasilitas Publik dan Optimalisasi Kawasan
Islamic Center kembali diaktifkan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Berbagai pengajian, kegiatan keislaman, dan agenda kemasyarakatan kini rutin digelar.
Gedung Olah Raga (GOR) Talang Djimar juga dihidupkan untuk kegiatan olahraga, turnamen, dan pembinaan generasi muda. Aktivitas ini diharapkan menciptakan ruang publik yang sehat dan produktif.
Tak hanya itu, sejumlah kantor dinas Pemkot Prabumulih dipindahkan ke Gedung Rusunawa Komplek Islamic Center. Langkah ini merupakan bagian dari penataan aset dan efisiensi anggaran, sekaligus menghidupkan kawasan tersebut sebagai pusat pelayanan publik terpadu.
“Kita ingin aset daerah termanfaatkan maksimal, tidak boleh ada bangunan yang terbengkalai,” tegas Wako Prabumulih.
Bang Franky menambahkan,” Pemusatan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD juga memudahkan koordinasi antarinstansi dan mempermudah akses layanan masyarakat.
Penataan Aset Pemkot Secara Menyeluruh
Selain pemindahan OPD, Pemkot juga melakukan pendataan dan verifikasi ulang seluruh aset milik daerah, baik berupa bangunan, lahan, maupun fasilitas pendukung lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan legalitas, status kepemilikan, serta pemanfaatannya jelas dan sesuai aturan. Penataan aset menjadi bagian dari komitmen mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Setiap aset harus jelas statusnya, jelas pemanfaatannya, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakil Walikota Prabumulih ini.
Penindakan Pegawai Malas dan Tidak Disiplin
Pembenahan internal juga menyasar disiplin ASN. Sidak mendadak dilakukan untuk memastikan kehadiran pegawai dan kualitas pelayanan.
Cak Arlan menegaskan tidak akan mentolerir pegawai yang malas, sering tidak masuk kerja tanpa alasan jelas, atau tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“ASN harus menjadi contoh. Kalau tidak disiplin, tentu ada sanksi sesuai aturan,” ucapnya.
Sanksi diberikan bertahap, mulai dari teguran hingga tindakan administratif sesuai ketentuan perundang-undangan. Langkah ini bertujuan membangun budaya kerja profesional dan berorientasi pelayanan.
Wawako menambahkan, reformasi birokrasi menjadi pondasi penting dalam mendukung pembangunan.
“Kalau birokrasi kuat dan disiplin, pelayanan publik pasti meningkat. Itu yang sedang kita bangun,” katanya.
Sampah dan Banjir Tetap Jadi Prioritas
Di tengah berbagai pembenahan, persoalan sampah dan banjir tetap menjadi perhatian utama. Pemkot meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, menambah armada kebersihan, serta menggalakkan gotong royong di tingkat kelurahan.
Normalisasi drainase dan pembersihan saluran air dilakukan guna mengurangi potensi genangan saat hujan deras.
“Kita ingin Prabumulih menjadi kota yang bersih dan nyaman. Tapi ini perlu kerja sama semua pihak,” ungkap H. Arlan.
Program Pro Rakyat Terus Berjalan
Program seragam sekolah gratis, peningkatan tunjangan penerima bantuan, serta optimalisasi rusunawa menjadi bukti keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Memasuki tahun kedua, Cak Arlan dan Bang Franky menegaskan komitmen untuk memperkuat fondasi perubahan yang telah dibangun di tahun pertama.
“Alhamdulillah, satu tahun ini adalah awal kerja nyata. Ke depan, kita akan bekerja lebih keras lagi demi Prabumulih yang tertib, bersih, maju, dan sejahtera,” pungkas Cak Arlan.
Dengan langkah-langkah tersebut, kepemimpinan setahun ini dinilai tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga reformasi birokrasi dan pembenahan sistem pemerintahan demi menghadirkan pelayanan publik yang semakin nyata berkwalitas bagi masyarakat Kota Nanas.














