MATTANEWS.CO, FAKFAK – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) bangga atas kedatangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Profesor Brian Yuliarto Ph.D, dalam meresmikan Gedung belajar berbasis PBL (Project Based Learning) terintegrasi Teaching Factory (Tefa) Polinef di Fakfak, Papua Barat.
“Kami menyambut baik atas kehadiran menteri dan rombongan, tentunya menjadi kebanggaan bagi kami karena tidak semua daerah, tidak semua kampus mendapat kesempatan seperti ini untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan bapak menteri pendidikan tinggi, sains dan teknologi,” ungkap Direktur Polinef Muhammad Nur.
Ia juga menyampikan secara secara pribadi, kedatangan Mendiktisaintek bukanlah suatu kebetulan tetapi merupakan sebuah anugrah terindah. karena dua hari setelah dilantik sebagainDirektur oleh Mendiktisaintek langsung mendapatkan kunjungan dari menteri di hari kerja pertama. ini adalah hal yang luar biasa dan betul-betul menjadi kejutan serta memberikan energi positif sebagai direktur yang baru saja dilantik.
“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh civitas akademika politeknik negeri fakfak atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjalankan roda organisasi Polinef untuk empat tahun kedepan,” ucapnya
“Hal ini sesuai dengan amanah bapak menteri untuk menunjukkan komitmen dan kinerja unggul dalam pembangunan manusia, pengembangan sains dan teknologi, serta pendidikan tinggi yang berdampak langsung pada masyarakat,” sambung Muhammad Nur.
Selain itu, Muhammad Nur juga mengucapkan Terima kasih keda pemerintah Darah dan pihak terkait atas dukungan dan kesediaannya bermitra dan berkolaborasi untuk membangun serta mengembangkan politeknik kedepan.
“Kami yakin dan percaya bahwa kedatangan bapak menteri dikampus politeknik negeri faklak akan memberikan dampak baik untuk pembangunan infrastruktur pendidikan vokasi maupun pengembangan SDM di Politeknik Negeri fakfak,” pintanya.
Muhammad Nur kemudian menyampaijan, Fakfak memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, khususnya cadangan minyak dan gas tepatnya di blok GAEA 1 dan GAEA 2 yang tembus 106,9 triliun kubik Feet (TSF). Oleh karena itu bersama pemerintah daerah dengan Bupati Samaun Dahlan, S.Sos, M.AP dan Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T berkomitmen melangkah dan berjalan bersama.
“Kami memohon dukungan atas kebutuhan pasar industri dan permintaan pemerintah daerah, kami berencana membuka beberapa program studi baru diantaranya, D3 Teknologi Pertambangan Mineral, D3 Teknologi Ekplorasi Minyak dan Gas, D4 Agribisnis Perikanan, D4 Kimia Terapan, D4 Administrasi Pemerintahan Daerah, D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dan D4 Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan,” pintanya.
Muhammad Nur lebih lanjut menyatakan, untuk mewujudkan harapan ini, dibutuhkan komitmen, sinergitas, dan strategi yang tepat. Terkait hal ini, ada Empat strategi bagi Politeknik Negeri Fakfak menuju kampus Berdampak diantaranya, Pengembangan Sarana Prasarana Pembelajaran, Penguatan Kelembagaan, Penguatan sistem Pembelajaran, Penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak bagi masyarakat, pemerintah daerah, DUDI dan Negara.
“Untuk mencapai strategi yang telah kami rencanakan, kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah daerah bersama kementerian pendidikan tinggi, sains, dan teknologi untuk mengawal rencana pengembangan institusi Polinef kedepannya,” tandasnya.















