BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Siasat Muchendi Safari Ramadhan Ibadah Khusyuk Layanan Publik Jalan Terus

×

Siasat Muchendi Safari Ramadhan Ibadah Khusyuk Layanan Publik Jalan Terus

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merombak pakem Safari Ramadan tahun ini. Tak lagi menunggu beduk magrib, rombongan bupati justru menyatroni desa-desa pada siang hari. Secara maraton, rombongan Bupati dan Wakil Bupati dijadwalkan bakal menyisir 20 titik di seluruh penjuru Bumi Bende Seguguk.

Langkah ini diambil demi menjamin mesin birokrasi tetap menderu tanpa mengusik waktu tarawih dan momen hangat keluarga di malam hari.

Pergeseran jadwal ke waktu selepas salat Zuhur dan Asar ini menjadi strategi Bupati Muchendi untuk menjaga ritme kerja jajarannya. Menurut dia, pelayanan publik tidak boleh “kendor” hanya karena alasan sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kami laksanakan siang hari supaya malamnya warga bisa fokus berbuka dan tarawih. Kualitas ibadah tak boleh dikorbankan,” ujar Muchendi saat menyambangi Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Rabu, (25/2/2026).

Di Desa Bumi Agung yang menjadi titik perdana, safari ini tak sekadar menjadi panggung pidato. Pemkab OKI memboyong program Layanan Terpadu di Desa (Lentera Desa) langsung ke tengah pemukiman. Hasilnya, warga bisa mengurus administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga hingga memeriksakan kesehatan secara cuma-cuma di lokasi acara.

Muchendi menampik bila ada anggapan kegiatan turun ke desa ini hanyalah seremoni penghabis anggaran. Baginya, ini adalah ruang dialektika untuk membedah sumbatan aspirasi di akar rumput.

“Pemerintah harus hadir. Bukan hanya membawa tumpukan program di atas kertas, tapi mendengar langsung suara warga. Dengan turun ke bawah, kita tahu apa yang benar-benar mendesak,” katanya.

Langkah jemput bola ini menjadi krusial di tengah bayang-bayang keterbatasan fiskal daerah. Muchendi mewanti-wanti agar efisiensi anggaran tidak menjadi dalih atas seretnya pelayanan.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah bantuan konkret pun dikucurkan, mulai dari santunan Baznas bagi warga prasejahtera, distribusi Al-Quran, hingga komitmen program bedah rumah bagi warga desa setempat

Melalui momentum Ramadan ini, Muchendi ingin membuktikan bahwa urusan spiritual dan tanggung jawab birokrasi bisa berjalan beriringan,

“Safari Ramadan tahun ini kami desain agar tetap bermakna. Warga bisa fokus beribadah di malam hari, sementara urusan pelayanan kami selesaikan di siang hari,” pungkasnya.