MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo selangkah lebih maju dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dengan berhasil memenuhi seluruh indikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.
Keberhasilan tersebut diperoleh setelah tim verifikasi lapangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.
Capaian ini menjadikan Sidoarjo sebagai kabupaten kelima dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil memenuhi indikator STBM 5 Pilar. Keberhasilan tersebut tidak hanya dinilai dari tersedianya sarana sanitasi, tetapi juga dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Kesehatan, drg. Sulvy Dwi Anggraini, mengatakan keberhasilan Sidoarjo merupakan bukti bahwa pembangunan sanitasi telah menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa,” ujar Sulvy saat menyampaikan hasil verifikasi di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, capaian indikator STBM di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan hasil yang sangat baik. Sebanyak 100 persen kepala keluarga (KK) telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan.
Kemudian 97 persen KK telah membiasakan cuci tangan memakai sabun, 89 persen KK mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, 83 persen KK melakukan pengamanan sampah rumah tangga, serta 72 persen KK telah menerapkan pengamanan limbah cair rumah tangga.
Menurut Sulvy, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku masyarakat telah berjalan dengan baik dan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta mencegah penyakit berbasis lingkungan.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Kabupaten STBM 5 Pilar merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat.
“Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Ikhtiar ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sehat dan sejahtera,” ujar Subandi.
Ia mengingatkan bahwa tantangan sanitasi di Sidoarjo sebagai daerah urban dengan jumlah penduduk yang terus bertambah memerlukan komitmen jangka panjang. Karena itu, ia meminta seluruh camat, kepala desa, lurah, serta jajaran puskesmas untuk terus mengawal penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
“Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.














