MATTANEWS.CO, JAMBI – Siloam Hospitals Jambi menggelar Media Gathering 2026 sebagai upaya memperkuat kemitraan dengan insan pers sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang dan mengenali penyebab nyeri perut yang datang berulang. Kegiatan tersebut berlangsung di Foresthree Taman Remaja, Kota Jambi, Sabtu (25/7/2026).
Sebelum sesi edukasi dimulai, manajemen Siloam Hospitals Jambi memaparkan profil serta perkembangan layanan rumah sakit. Perwakilan manajemen, Indah, menjelaskan bahwa Siloam Hospitals Jambi merupakan rumah sakit umum swasta tipe C yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Paal Merah, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.
“Saat ini Siloam Hospitals Jambi didukung oleh 46 dokter spesialis, 93 perawat, sembilan bidan, 18 tenaga analis laboratorium, serta tenaga kesehatan profesional lainnya yang siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Indah.
Ia mengatakan, Siloam Hospitals Jambi terus memperkuat kualitas pelayanan melalui kolaborasi tenaga medis profesional, mulai dari dokter spesialis, tenaga keperawatan dan kebidanan, tenaga laboratorium, farmasi, hingga layanan rehabilitasi medis.
Selain didukung sumber daya manusia yang kompeten, rumah sakit ini juga memiliki layanan kegawatdaruratan selama 24 jam dengan fasilitas lima tempat tidur Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang isolasi, ruang resusitasi, ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), serta ambulans dengan layanan respons cepat.
Untuk pelayanan kesehatan preventif, Siloam Hospitals Jambi menyediakan layanan Medical Check Up (MCU) yang dilengkapi berbagai fasilitas pemeriksaan, seperti perimetry, treadmill EKG, spirometry, audiometri, serta lounge yang nyaman. Dalam waktu dekat, layanan wellness juga akan segera dihadirkan.
Sementara itu, layanan rawat jalan didukung berbagai pusat layanan spesialis, di antaranya klinik ibu dan anak, klinik laktasi, klinik gizi, klinik diabetes dan endokrin, pusat jantung dan pembuluh darah, layanan penyakit dalam, klinik THT, hingga layanan endoskopi.
Dalam sesi Health Talk bertajuk “Back to Healthy Spine: Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang Belakang di Era Modern”, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Husnul Verdian, Sp.OT, menjelaskan bahwa tulang belakang merupakan struktur utama penopang tubuh yang bekerja hampir tanpa henti selama manusia beraktivitas.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2020, nyeri punggung bawah menjadi penyebab disabilitas nomor satu di dunia dengan jumlah penderita mencapai sekitar 619 juta orang. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 843 juta orang pada 2050 apabila tidak dilakukan upaya pencegahan.
“Tulang belakang merupakan struktur tubuh yang terus bekerja setiap saat sebagai penopang utama tubuh. Karena itu, jangan menunggu rasa sakit muncul baru mulai menjaganya. Tetaplah aktif bergerak, perkuat otot dengan olahraga yang sesuai, cukupi waktu istirahat, serta biasakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30 hingga 60 menit apabila bekerja dalam posisi duduk,” jelas dr. Husnul.
Menurutnya, perubahan pola hidup masyarakat yang semakin banyak menghabiskan waktu di depan komputer maupun gawai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya keluhan nyeri punggung dan gangguan tulang belakang.
Dr. Husnul menegaskan bahwa tidak semua keluhan nyeri pinggang harus ditangani melalui tindakan operasi. Penanganan harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya, dan dalam banyak kasus terapi konservatif seperti fisioterapi menjadi pilihan yang efektif.
“Jangan langsung menganggap semua keluhan sakit pinggang sebagai saraf terjepit. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya melalui pemeriksaan yang tepat sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien,” tegasnya.
Pada sesi berikutnya, Dokter Spesialis Bedah dr. Jonathan Alvin Nugraha Halim, M.Biomed., Sp.B, menyampaikan materi bertajuk “Nyeri Perut Datang Berulang? Jangan Anggap Masuk Angin!”
Dalam pemaparannya, dr. Jonathan mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan nyeri perut yang datang berulang karena kondisi tersebut dapat menjadi gejala berbagai penyakit yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
“Nyeri perut yang datang berulang tidak boleh dianggap sebagai masuk angin semata. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Karena itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter apabila keluhan terus berulang,” ujar dr. Jonathan.
Melalui kegiatan ini, Siloam Hospitals Jambi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang sejak dini sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Edukasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat menerapkan pola hidup aktif, melakukan deteksi dini terhadap berbagai keluhan kesehatan, serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami gejala yang berulang agar kualitas hidup tetap terjaga.
Melalui Media Gathering 2026, Siloam Hospitals Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan yang akurat sekaligus memperkuat sinergi dengan media massa sebagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.














