Reporter : Nopri
SUNGAILIAT, Mattanews.co -Ada ada saja ulah para nelayan Pantai yang kontra KIP di laut Matras. Diduga kecewa dengan sikap kepala daerah, para nelayan ini melakukan aksi simbolik dengan membuat makam di atas pasir pantai Matras. Tak ada nama yang ditulis di nisan yang tertanam di bagian kepala (ke arah laut) di gundukan tanah memanjang tersebut. Di permukaan papan tebal bekas kepingan badan perahu tersebut tertulis “RIP Bupati Kami.”
Salah seorang perwakilan nelayan yang bertahan di pantai Matras tersebut kepada wartawan, mengatakan bahwa gundukan pasir memanjang mirip makam tersebut adalah simbol kuburan kepala daerah. Menurut perwakilan nelayan yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut, itu bentuk kekecewaan karena bupati seolah tak pernah hadir dalam kesulitan yang dialami para nelayan matras tersebut.
“Itu bentuk kekecewaan kami pak. Masa bupatinya seolah tidak peduli. Tak ada perhatian, hadir di sini (Matras) bicara di tengah-tengah kami, mencarikan solusi. Tapi ke kampung sebelah dia datang, bagi-bagi sembako. Saat ada rapat di Komisi IV DPR RI kemarin, dia pun tidak hadir. Padahal itu rapat yang salah satunya membahas nasib kami yang merupakan rakyatnya. Yang hadir malah bupatinya. Saya dengar pada saat rapat tersebut bupati ada acara hari distabilitas,” omelnya.
Di atas gundukan pasir mirip makam tersebut selain terdapat nisan bertuliskan RIP Bupati Kami, juga diletakkan sebuah helm usang berwarna putih kusam.
Selain itu, rangkaian bunga rampai yang sudah layu diatas gundukan pasir seperti makam tersebut. Menurut para nelayan, saat kunjungan Komisi IV DPR RI lalu, makam itu sudah ada, namun itu tidak terlihat oleh rombongan, karena langsung menuju perahu.
Editor : Chitet














