MATTANEWS.CO, MALANG – Skandal suap seleksi, pengisian, pencalonan dan pengangkatan perangkat desa se-Kabupaten Kediri tahun 2023 menyeret beberapa mantan petinggi Universitas Islam Malang (Unisma).
Berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber berita, Mantan Rektor Universitas Islam Malang yang saat ini menjabat Dosen Pasca Sarjana tergabung dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Ketua LPPM, Prof. Dr. Ir. Hj. Mahayu Woro Lestari, M.P yang menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, pada tanggal (10/3/2026).
Perlu diketahui bahwa berdasarkan dalam fakta persidangan, Mantan Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si, membenarkan ada kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) terkait pendampingan seleksi dalam pengisian, pencalonan dan pengangkatan perangkat desa di Kediri.
Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim I Made Yuliada mencecar keterangan mantan Rektor Unisma Maskuri terkait tanggung jawab kampus dalam proses seleksi tersebut.
Ketika awak media Mattanews.co konfirmasi secara langsung melalui sambungan telepon kepada Prof Maskuri mengarahkan ke Ketua LPPM.
“Kalau soal itu, coba tanyakan ke Ketua LPPM saja, jangan ke saya,” singkatnya.
Berdasarkan dakwaan penuntut umum, uang yang dikumpulkan Paguyuban Kepala Desa untuk seleksi pengangkatan perangkat desa di Kabupatane Kediri, terkumpul Rp13,1 miliar. Total suap yang didapat berasal dari 320 peserta yang tersebar di 163 desa pada 25 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Dikonfirmasi terpisah, salah satu perwakilan Humas Unisma, Nur Fauziah kepada awak media mengatakan bahwa terkait hal tersebut dari pihak yayasan masih dirapatkan.
“Untuk masalah itu, dari pihak yayasan masih akan dirapatkan mas, nanti akan kami informasikan kembali kepada temen-temen media,” ungkapnya, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, bahwa saat ini petinggi dari yayasan Unisma masih belum menyampaikan secara resmi.
Terkait pemanggilan mantan petinggi Unisma oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, Zia membenarkan hal tersebut.
“Iya memang benar ada pemanggilan, tapi siapa saja kami belum tau secara detail,” imbuhnya.
“Kalau dari Pimpinan kami memang akan di undang konferensi pers, masih nunggu intruksi selanjutnya,” tandasnya.














