MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dalam upayanya untuk terus menyampaikan pemahaman mengenai kegiatan hulu migas serta terus membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan di wilayah operasi hulu migas, SKK Migas bersama KKKS Medco E & P Indonesia (Medco E&P) dan PHR Zona 4 yang terdiri dari Pertamina EP Pendopo Field, Adera Field, Prabumulih Field menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kecamatan di wilayah jalur pipa migas di Palembang pada Kamis (20/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Muara Lakitan, Camat Jirak Jaya, Camat Penukal, Camat Abab, Camat Talang Ubi, Camat Tanah Abang, Camat Sungai Rotan, Camat Gelumbang, Camat Indralaya Utara, Camat Pamulutan, Camat Kertapati, Camat Jakabaring, Camat Plaju, Polsek Muara Lakitan, Polsek Sungai Keruh, Polsek Penukal Abab, Polsek Talang Ubi, Polsek Tanah Abang, Polsek Sungai Rotan, Polsek Gelumbang, Polsek Indralaya, Polsek Pemulutan, Polsek Kertapati, Polsek Seberang Ulu 1, Polsek Plaju, Koramil 406-04/Muara Lakitan, Koramil 401-03/Sekayu, Koramil 404-03/Talang Ubi, Koramil 404-01/Gelumbang, Koramil 402-07/Indralaya, Koramil 402-12/Pemulutan, Koramil 418-04/Kertapati, Koramil 418-03/Plaju, Kepala Subdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin, S.Ag., M.Si., Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti, Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan, Manager Stakeholder Relation Management PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom dan Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo.
Kurnia Ariwijayanti menyampaikan apresiasinya kepada KKKS Medco E&P Indonesia dan PHR Zona 4, serta menjelaskan bahwa operasional hulu migas di lapangan merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. “Kami berharap melalui forum ini, berbagai isu, tantangan maupun potensi yang ada di lapangan dapat dibahas secara konstruktif sehingga menghasilkan Solusi yang tepat dan dapat diterima oleh semua pihak. Forum ini juga dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat kolaborasi, mempererat hubungan antar pemangku kepentingan serta menghasilkan dlangkah-langkah strategis demi mendukung keberlanjutan operasi hulu migas.’ Jelasnya.
Pertemuan dilaksanakan dengan penyampaian materi tata Kelola hulu migas dan gangguan operasi pada jalur pipa penyalur minyak bumi oleh Febryan dan materi gangguan terhadap operasi hulu migas yang dapat mengakibatkan kerugian negara oleh Ali Sadikin. Selain itu disampaikan juga studi kasus dan diskusi yang menarik peserta untuk terlibat lebih aktif.
Hirmawan Eko Prabowo mengapresiasi dukungan camat, kapolsek dan danramil atas terlaksananya pertemuan bersama Pemangku Kepentingan ini. “Selain menjaga silaturahmi, kegiatan ini juga sebagai forum untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi dan kerja sama untuk kelancaran operasi migas di wilayah jalur pipa migas.” ujarnya.
Manager Relations PHR Zona 4 Frans A. Hukom menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud sinergi positif antara SKK Migas, KKKS, dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Menurutnya, KKKS perlu dukungan penuh dari pemangku kepentingan serta masyarakat dalam menjaga objek vital nasional (obvitnas) dan menyukseskan operasi hulu migas.
“PHR Zona 4 percaya bahwa pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi memiliki peran kunci dalam mendukung KKKS mewujudkan ketahanan energi nasional melalui operasi hulu migas yang aman, selamat, dan andal,” ucap Frans.(*)












