MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pihak SMK Negeri 7 Palembang akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan kemarahan seorang wali murid yang menuduh pihak sekolah telah menjelekkan nama anaknya dengan menyebutnya sebagai pengguna narkoba, Palembang, Selasa (14/10/2025).
Kepala SMKN 7 Palembang, Aliyas Samsudin, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Ia menegaskan, sekolah tidak pernah menuduh siswa menggunakan narkoba, melainkan siswa itu sendiri yang mengaku telah memakainya kepada guru.
“Guru kami tidak pernah menuduh. Awalnya siswa itu sendiri yang mengaku kepada Kaprodi bahwa dia sudah memakai narkoba. Dari situ, guru melapor ke wali kelas dan kemudian ke saya,” jelas Aliyas Samsudin, Senin (13/10/2025).
Menurut Aliyas, pengakuan siswa berinisial M (15) itu diperkuat oleh informasi dari Cyber Polda Sumsel yang menyebutkan bahwa ada dua siswa SMKN 7 Palembang terindikasi menggunakan narkoba.
“Satu anak kelas XI dan satu lagi dari jurusan DKV. Saat dipanggil dan ditanya oleh wali kelas serta guru BK, keduanya mengaku telah memakai narkoba,” ujarnya.
Aliyas mengaku terkejut atas pengakuan tersebut. Dalam pemeriksaan internal sekolah, kedua siswa menyebut mereka menggunakan narkoba hanya untuk bersenang-senang dan merasakan efek fly.
“Kami kaget. Namun mereka mengaku melakukannya hanya untuk coba-coba,” tambahnya.
Sesuai tata tertib sekolah, siswa yang kedapatan membawa atau menggunakan narkoba akan mendapat 100 poin pelanggaran, yang berarti dikembalikan kepada orang tua dan dikeluarkan dari sekolah karena kasus tersebut sudah masuk ranah kepolisian.
Namun, setelah dilakukan musyawarah dengan orang tua dan guru BK, pihak sekolah memutuskan memberikan kesempatan kedua dengan catatan siswa berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami sudah panggil orang tua mereka. Salah satu siswa memilih mengundurkan diri secara sukarela, sementara satu lainnya kami beri kesempatan belajar kembali,” terang Aliyas.
Sementara itu, Kepala Program Studi SMKN 7 Palembang, Maya, membantah keras tudingan bahwa pihak sekolah telah melakukan perundungan terhadap siswa di depan teman-temannya.
“Kami sama sekali tidak pernah mem-bully anak itu. Justru, pengakuan tentang pemakaian narkoba datang langsung dari siswa yang bersangkutan,” tegas Maya.
Ia juga meluruskan bahwa video viral yang memperlihatkan kerumunan siswa di lapangan bukanlah momen perundungan, melainkan keramaian akibat kedatangan wali murid yang marah dan mengajak siswa lain berkumpul.
“Kerumunan itu bukan dari pihak sekolah. Justru ibu dari siswa itu sendiri yang mengajak teman-temannya ke lapangan dan kumpul di sana,” jelasnya.














