MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Munculnya isu yang berhembus kemudian berkembang pada Kamis (18/11/2021) kemarin, melalui tayangnya pemberitaan Media Online atas indikasi terjadinya tindak kekerasan atau penganiayaan, yang diduga telah dilakukan oleh seorang oknum Guru SMPN 8 Prabumulih terhadap muridnya pada Rabu (17/11/2021) kemarin, akhirnya pihak sekolah kembali angkat bicara.
“Pihak kami sangat menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi, atas kesalahpahaman antara tenaga pengajar dengan muridnya,” ungkap Kepala Sekolah (Kepsek) Hj. Idawati SPd,. MSi, Jumat (19/11/2021).
Lanjutnya, melalui wawancara awak media di ruang kerjanya, Kepsek SMPN 8 Prabumulih yang didampingi Wakil Kepsek, Guru BK dan Wali Kelas menjelaskan, kejadian tersebut akan dijadikan evaluasi dan intropeksi pihaknya kedepan.
“Semuanya sudah clear, pihak kita maupun guru yang bersangkutan dengan siswa dan wali muridnya telah sama-sama melupakan kesalahpahaman itu, dengan secara musyawarah kekeluargaan,” sebutnya.
SMPN 8 dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya dan dukung lingkungan sekolah yang Asri, Indah dan Rapi, menegaskan tetap akan berkomitmen untuk menjalankan program pemerintah, yaitu Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Ramah Lingkungan.
“Sepenuhnya kami akan mendukung program pemerintah itu, dan pastinya kami menolak kekerasan terhadap anak,” pungkas Hj. Idawati.














