MATTANEWS.CO, TULUNG AGUNG – Ungkapan haru mewarnai langkah akhir tugas AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., MTCP., di Bumi Gayatri. Usai mengikuti upacara peringatan Hari Ibu ke-97 dan Hari Bela Negara ke-77 di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Senin (22/12/2025), Kapolres Tulungagung itu mengaku sangat berat meninggalkan daerah yang telah ia pimpin selama sekitar satu setengah tahun.
“Jujur, saya betah betul di Tulungagung. Rasanya seperti di rumah sendiri,” kata AKBP Taat. Ia menyebut mulai dari kuliner yang akrab dengan seleranya, masyarakat yang ramah dan santun, hingga kondisi geografis yang landai cocok dengan hobinya berlari semuanya membuat Tulungagung “sangat mudah untuk dicintai”.
Perwira menengah Kepolisian Negara Republik Indonesia asli kelahiran Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itu juga menyinggung faktor keluarga. Tiga anaknya telah bersekolah di Tulungagung, yakni dua di SMP dan satu di SD, sehingga kepindahan ini terasa semakin berat. “Menjabat 1,5 tahun di sini rasanya seperti baru kemarin,” ujarnya.
AKBP Taat mengonfirmasi telah menerima surat perintah dari Mabes Polri pada Sabtu (20/12/2025) pagi untuk mengemban amanah baru sebagai Kapolres Malang Kabupaten. Tantangan yang dihadapi pun lebih besar. Berdasarkan data yang ia terima, jumlah penduduk Kabupaten Malang mendekati 2,8 juta jiwa lebih dari dua kali lipat Tulungagung dengan 33 kecamatan dan 30 polsek. APBD 2025 Kabupaten Malang juga mencapai sekitar Rp5 triliun, hampir dua kali lipat Tulungagung.
Di hadapan masyarakat, tokoh agama, Forkopimda, serta insan pers, AKBP Taat menyampaikan pamit dan permohonan doa restu. “Saya mohon doa agar amanah di Kabupaten Malang dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama bertugas. “Kami sudah berupaya, namun bila ada yang belum berkenan, kami mohon maaf.”
Terkait transisi kepemimpinan, AKBP Taat memastikan seluruh penanganan perkara di Polres Tulungagung tetap berjalan normal dan profesional. Mutasi jabatan, tegasnya, tidak memengaruhi dinamika penegakan hukum karena seluruh proses berada dalam sistem peradilan pidana yang telah diatur.
Sebagai pengganti, ia menyebut AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K. , M.Si., M.H., saat ini Kapolres Mojokerto akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Tulungagung. Serah terima jabatan diperkirakan berlangsung awal hingga pertengahan Januari 2026, setelah rangkaian Operasi Lilin berakhir.
Menutup pernyataannya, AKBP Taat menegaskan komitmennya menyelesaikan seluruh tugas hingga serah terima resmi. “Saya tetap bertanggung jawab penuh sampai detik terakhir. Tulungagung akan selalu di hati. Saya pamit, namun cinta saya pada Tulungagung tidak akan pernah pindah,” pungkasnya.














