BERITA TERKINI

Sokong Lumbung Pangan Dunia, OKI Proyeksikan 72 Ribu Hektar Lahan Rawa

×

Sokong Lumbung Pangan Dunia, OKI Proyeksikan 72 Ribu Hektar Lahan Rawa

Sebarkan artikel ini

Reporter : Rachmat

KAYUAGUNG, Mattanews.co – Pemerintah menggenjot hasil pertanian dalam mempersiapkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sendiri diproyeksikan sekitar 72 Ribu hektar mampu menyumbang perluasan lahan pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Syarifuddin mengatakan, target pemanfaatan lahan rawa melalui kegiatan optimalisasi lahan rawa dan rawa pasang surut di Kabupaten OKI pada tahun 2019 mencapai 72 ribu hektare yang tersebar di 18 Kecamatan.

“Kita mendapat jatah 72 ribu hektar optimalisasi lahan pada tahun ini. Bukan hanya cetak sawah saja, juga menambah luas lahan tanaman, meningkatkan indeks pertanaman, menambah luas lahan baku,” katanya, saat mendampingi Kunjungan Bupati OKI di Kecamatan Tanjung Lubuk, Jum’at, (29/03/2019) lalu.

Untuk mendukung optimalisasi ini, pemerintah akan membantu petani mulai dari penataan lahan serta bantuan alsintan. Alsintan ini tambahnya yang nantinya akan digunakan para petani untuk menggenjot jumlah produksi.

“Jadi, nantinya, lahan yang produksinya 0 kita jadikan 3 kali lipat dan ini harus kita mulai sekarang. Pemberian merupakan bagian dari program SERASI yang dirancang pemerintah untuk menambah jumlah produksi dengan memanfaatkan lahan tidak produktif,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Iskandar mengaku optimistis dengan program ini, soalnya dari 72 ribu optimalisasi lahan yang ditargetkan sudah siap sekitar 50 ribu hektare diantaranya sebanyak 4400 ha di Kecamatan Tanjung Lubuk.

“Soal produksi memang harus jadi prioritas bersama, dan ini sejalan dengan program pemerintah daerah. Ini semua adalah upaya kita menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Iskandar juga memastikan semua mesin dan alat yang digunakan terbukti mampu berjalan dengan baik. Para petani pun juga menyambut baik bantuan yang diberikan pemerintah ini.

“Kita optimalkan produksi lahan dari satu kali menjadi dua kali bahkan tiga kali panen dalam setahun. Ini bukan suatu yang mustahil jika kita kerja bersama” tandasnya.

Editor : Anang