[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Puluhan wartawan Kabupaten Aceh Tamiang yang tergabung dalam solidaritas wartawan gruduk kantor Bupati setempat, Jum’at (09/04/2021).
Ketua Koordinator Aksi, Zulherman alias yongcik mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mempertanyakan terkait pemutusan langganan media cetak di seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
“Kalau langganan koran di hentikan, maka akan berdampak kepada pendapatan kami sebagai wartawan, selain itu kami juga dituntut harus membayar setoran uang koran keredaksi,” paparnya.
Menurutnya, adapun tuntutan aksi ini meliputi, meminta Bupati tidak membeda-bedakan media cetak/onlin/TV digital, jangan menghentikan langganan koran/media massa cetak di setiap SKPK.
“Selain itu, jangan ada perbedaan uang iklan untuk masing-masing media serta agar mengalokasikan dana anggaran untuk operasional wartawan yang bertugas Aceh Tamiang,” ungkap Yongcik.
Saat menerima solidaritas wartawan, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil menjelaskan akan membahas tuntutan tersebut dengan anggota legislatif
“Nanti kita bahas dengan legislatif atas tuntutan yang diutarakan oleh wartawan,” urainya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Suprianto ST menjelaskan, setiap anggaran publikasi yang diusulkan oleh eksekutif ke Legislatif tentunya akan kita kawal dan pastikan tidak dicoret dalam pembahasan anggaran.
“Usulan publikasi selalu kita kawal, oleh karena itu termasuk dalam fungsi legislatif dalam penggaran,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, M.Nur, bahwa dipastikan tidak ada pemotongan/pemangkasan anggaran publikasi.
“Kita masukkan semua anggaran publikasi untuk media,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, salah satu Wartawan, M Amiruddin mengatakan, Bupati Aceh Tamiang harus teliti dalam pengambilan keputusan terkait refocussing.
“Jangan karena alasan refocussing, anggaran publikasi di hapuskan, kalau dihapuskan artinya, bupati secara tidak langsung sudah menggesampingkan media sebagai pilar pembangunan,” tukasnya.














