MATTANEWS.CO, LABUHANBATU – Pembentukan forum pembaruan adalah sebuah langkah untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 34 Tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan pembaruan kebangsaan di daerah.
Hal tersebut dikatakan Ir. H. Jumingan selaku staf ahli Bupati Labuhanbatu pada acara Sosialisasi penguatan gerakan Indonesia bersatu dalam ke Bhinekaan, di Gedung Kesenian, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, Kamis (25/08/2022).
Seperti diketahui Kabupaten Labuhanbatu sangat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama, adat dan budaya yang merupakan kekayaan dan keanekaragaman yang tidak ternilai harganya.
“Untuk itu diperlukan keseriusan dan komitmen kita bersama untuk menjadikan kemajemukan ini sebagai pendorong bagi kita bersama untuk memajukan Kabupaten Labuhanbatu yang kita cintai ini,” ucapnya.
Lanjut, kata Jumingan, Bupati berharap forum pembaruan kebangsaan ini dapat menjadi wadah terdepan bagi masyarakat sebagai forum dialog untuk menangkal dan mencegah hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
“Kepada seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa agar dapat lebih menginisiasi terbentuknya forum pembaruan kebangsaan ini di tingkat kecamatan, tingkat desa dan kelurahan. Agar tujuan sosialisasi pembaruan kebangsaan ini yang untuk mewujudkan keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa menuju negara kesatuan Republik Indonesia yang adil dan makmur dapat terwujud dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan Labuhanbatu H.Partahian Rambe,S,PD, mengatakan Forum Pembauran Kebangsaan terdiri dari para pemimpin semua suku disetiap kecamatan.
“Semoga sosialisasi ini dapat meningkatkan wawasan kebangsaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai Pancasila, meningkatkan rasa solidaritas dan kesatuan anak bangsa dalam rangka menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia khususnya di Kabupaten labuhanbatu,” tutupnya.
Adapun 12 etnis dimaksud ialah etnis Tapanuli Selatan, Batak Simalungun, Pakpak Dairi, Sunda, Karo, Melayu, Minang, Nias, Aceh, Batak Toba, Tionghoa, Jawa.














