BERITA TERKINI

Stefanus Adii: Kami Usir Petugas Tim Medis dari Posko di Tigidougida Deiyai

×

Stefanus Adii: Kami Usir Petugas Tim Medis dari Posko di Tigidougida Deiyai

Sebarkan artikel ini

Reporter : Mateus Tekege

DEIYAI PAPUA, Mattanews.co– Para pemuda dari posko penjagaan di tigidougida mengusir petugas satgas dari tim medis untuk rapid. Senin, (11/5/2020) di Tigidougida Deiyai Papua.

Kami sudah sepakat bahwa nominal honor bagi para penjaga posko sehari adalah 150 ribu per/orang. Seharusnya kemarin baru menerima honor kami tetapi hingga sampai saat ini belum juga dibayar.

Namun 50 ribu dipotong yang mau dibayar adalah 100 ribu per/malam. Kami penjaga posko adalah orang – orang tua Deiyai tetapi kami terus dibohongin oleh pemerintah Daerah Deiyai sehingga kami ambil tindakan untuk usir tim satgas medis khusus petugas pemeriksaan Rapid dari posko penjagaan di tigidougida.

Stefanus adii ketua kordinator Covid-19 posko di tigidougida mengatakan, Kami disini tidak tahu siapa ketua panitia covid-19 untuk kabupaten Deiyai. Menurut cerita orang, ketua adalah pak Bupati Deiyai tetapi sampai saat ini kami di posko penjagaan sini masih belum mengetahui siapa ketuanya, jelasnya.

Usir petugas satgas dari tim medis oleh posko penjagaan di tigidogida ini adalah atas kesepakatan kami bersama para anggota pada jam 06.00 pagi. Sebelum kami mengusir petugas medis dan memalang posko di tigidougida kami lopor maksud dan tujuan utama kami kepada pihak kepolisian resort Tigi di Deiyai. Usai mengusir tim medis kami juga lanjutkan pemalangan jalan dan posko ditigidougida kami akan buka setelah honor kami dibayar

Keluhan kami pertama adalah honor kami harus dibayar tepat waktu kemudian yang menjadi persoalan selama ini juga adalah semua persiapan yang diperlukan di posko belum juga di penuhi oleh Pemda Deiyai dalam hal ini pemegang kekuasaan juga adalah panitia penanganan pencepatan pandemi Covid- 19 di kabupaten Deiyai.

Kami seperti anak kecil yang baru dilahirkan, dia belum mengetahui siapa Ibu siapa Ayahnya. Posko di tigidougida adalah pintu gerbang masuk di kabupaten Deiyai tetapi sampai saat ini kami bingun sebenarnya yang memperhatikan kami di posko sini itu siapa karena selama 2 minggu terkahir ini kami disini tak ada orang yang datang perhatian kami.

Kini kami sedang menunggu honor kami dibayar. Setelah honor kami dibayar semua mengangkut posko kami akan limpahkan sepenuhnya kepada pemda Deiyai. Kami tidak mau dibohongin terus karena kami bukan anak kecil. Ungkap Stepanus Adii juga adalah kordinator posko di tigidougida.

Sementara itu salah seorang anggota medis di posko di tigidougida Willem Badii, membenarkan atas pernyataan Stefanus bahwa pihaknya mengusir para tim medis dari posko penjagaan di Tigidouda.

“Awalnya kata Willem, kami bingun kenapa kami mau diusir dari pihak penjagaan di posko ternyata ada satu dan lain hal yang membuat mereka tidak enak atas kebijakan pemrintah dalam hal ini panitia penanganan percepatan pandemi Covid- 19 di kabupaten Deiyai,” Jelasnya.

Editor : Poppy Setiawan