BERITA TERKINI

Stok Darah Menipis, PMI Kota Bandung Jamin Keamanan dan Kenyaman para Pendonor

×

Stok Darah Menipis, PMI Kota Bandung Jamin Keamanan dan Kenyaman para Pendonor

Sebarkan artikel ini
Stok Darah Menipis, PMI Kota Bandung Jamin Keamanan dan Kenyaman para Pendonor
Humas PMI Kota Bandung, Budi Wandiana saat di ruang kerja. (Mattanews.co/Sugiyanto)

MATTANEWS.CO, BANDUNG – Selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bandung, ketersedian darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menipis. Hal tersebut diungkapkan Humas PMI Kota Bandung, Budi Wandiana

“Untuk data terakhir mungkin untuk stok, betul sangat menipis dikarenakan sudah berlakukannya PPKM Level 3 di Kota bandung. Sehingga, para pendonor yang akan melakukan kegiatan ataupun mau mendonor kesini (PMI Kota Bandung) ada ketakutan sih,” kata Budi Wandiana saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/3/2022).

Dikatakan Budi, dari awal pandemi Covid-19 stok darah di PMI Bandung memang sudah turun drastis. Namun, pada tahun 2021 stok darah sempat meningkat.

Menurutnya, salah satu kendala yang menyebabkan menipisnya stok darah di PMI Kota Bandung, dikarenakan ada kecenderungan kekhatiran dari masyarakat ketika akan mendonorkan darahnya.

“Yang keduanya kalaupun misalkan ada kegiatan, misalkan di instansi yang kita ketahui sih ada sebagian yang tidak mengizinkan kegiatan karna berkerumun ya mungkin karna mengundang orang banyak jadi perizinannyapun tidak diberikan,” katanya.

“Cuman kecenderungannya sih lebih besarnya (ada rasa) ketakutan,” tambahnya.

Budi menuturkan, upaya yang dilakukan untuk menjawab adanya rasa kekhatiran dari masyarakat ketika ingin mendonorkan darahnya. Pihaknya akan menjamin keamanan dan kenyaman para pendonor.

“Dari awal masuk (ke PMI Kota Bandung) kita sudah melakukan prokes (protokol kesehatan) mulai dari pembatasan jumlah orang diruangan, kemudian penggunaan APD oleh petugas. Jadi masyarakat dihimbau tidak perlu khawatir untuk datang ke PMI Kota Bandung,” katanya.

Budi juga menghimbau kepada pendonor untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah.

“Apalagi saat ini kebutuhan darah rata-rata 400 sampai 500 kantong perhari, sedangkan jumlah donor hampir 60 persen turun karna adanya pembatasan kapasitas 50 persen,” tukasnya.