BERITA TERKINI

Suara dari Seorang Tokoh Pemuda Soal Kejanggalan Hasil Penjaringan Perangkat Desa Tanggulkundung Tulungagung

×

Suara dari Seorang Tokoh Pemuda Soal Kejanggalan Hasil Penjaringan Perangkat Desa Tanggulkundung Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Seorang tokoh pemuda Desa Tanggulkundung, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, menyoroti keanehan dalam hasil Penjaringan Perangkat Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, setelah melihat hasil nilai ujian Penjaringan Perangkat Desa untuk posisi Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan dan Kaur Keuangan, terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara peringkat pertama dengan peserta lainnya.

“Dalam pandangan saya secara pribadi, saya merasa heran mengapa nilai ujian ini memiliki perbedaan yang mencolok antara peringkat pertama dengan peserta lainnya. Saya bertanya-tanya apakah orang tersebut memiliki kecerdasan yang luar biasa,” ungkapnya melalui konfirmasi WhatsApp pada Jumat (5/1/2024).

Sementara itu, dia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan tertentu dalam hal ini. Baginya, yang terpenting adalah mendukung siapapun yang terpilih untuk posisi Kaur Perencanaan dan Kaur Keuangan, asalkan prosesnya dilakukan dengan transparan.

Dia juga menambahkan bahwa hasil dari penjaringan perangkat desa ini terkesan sarat akan kepentingan pribadi atau telah didasari oleh permintaan tertentu, suatu hal yang sangat disayangkan menurutnya.

“Padahal, pada saat rapat bersama panitia yang dihadiri oleh pihak dinas maupun kecamatan, sudah disampaikan agar proses penjaringan perangkat desa ini berjalan dengan transparan,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan, “Jika tidak salah, pada saat itu pihak dari Dinas menyatakan bahwa pencocokan nilai akan dilakukan setelah soal ujian diselesaikan, dengan tujuan agar prosesnya menjadi lebih transparan. Bahkan, mereka disarankan untuk mencari penguji dari universitas yang jauh agar tidak mudah dipengaruhi.”

“Saya berasumsi bahwa dengan proses yang transparan dan penguji dari universitas ternama, hasil dari penjaringan ini seharusnya bagus. Namun, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi saat rapat malam itu,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya, setelah ujian selesai, pihak penguji dan panitia terlihat tergesa-gesa tanpa memperhatikan apakah peserta puas atau tidak dengan hasil ujian sebelum mengumumkannya.

“Saya pikir, seharusnya setelah hasil ujian diumumkan, pihak panitia seharusnya bertanya kepada peserta apakah mereka puas atau tidak, sebelum meminta mereka untuk menandatangani persetujuan terhadap hasilnya,” terangnya.

Dia juga menyoroti momen setelah Ketua Panitia mengumumkan hasil nilai ujian, khususnya tentang kedua nama, AK (Inisial) dan DMNS (Inisial), yang memiliki nomor urut yang sama untuk mengisi posisi Kaur Perencanaan dan Kaur Keuangan Desa Tanggulkundung. Baginya, ini menunjukkan bahwa seluruh penjaringan telah dipersiapkan dengan rekayasa.

“Yang saya temukan aneh adalah melihat dua nama yang mengisi posisi tersebut berjalan bersama, seperti ada suatu kesepakatan tersembunyi. Bagaimana mungkin mereka yang memiliki nilai tertinggi saat ujian ini bisa memiliki kesamaan langkah untuk mendapatkan posisi tersebut,” tegasnya.

“Ada lagi hal yang aneh saat pembentukan panitia, hal tersebut hanya terasa sebagai formalitas. Ketika itu, sudah ada catatan nama dan sepertinya Kepala Desa hanya membacakan saja,” tambahnya.

“Biarkanlah penjaringan perangkat desa ini menjadi urusan Allah SWT, apakah prosesnya benar-benar transparan atau tidak,” tandasnya.