MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sumpah pocong di Jalan Sultan Agung Lorong Lebak RT 10 RW 04 Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang menuai perhatian warga setempat. Tak ayal, dari depan Mushallah Al-Manan, Jalan Ratu Sianum Lorong Ar Rahman Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang, warga berkerumun ingin menyaksikan pengambilan sumpah tersebut, Kamis (18/5/2023) pukul 09.45 WIB.
“Kejadian ini sudah lama sekali. Tapi entah kenapa harus mencuat dan melalui sumpah pocong,” jelas warga setempat, Hasan, saat dibincangi wartawan online media ini.
Sedangkan Herman (35) buruh ojek online, mengatakan dirinya ingin menyaksikan jalannya sumpah pocong yang digelar di kawasan 1 Ilir.
“Sejauh ini saya hanya menonton dari medsos saja, nah kini saya dapat menyaksikan sendiri,” urai warga Jalan RE Martadinata, Lemabang ini.
Sementara, adik tertuduh, Santi, mengatakan pentingnya sumpah pocong ini dapat dilihat sendiri warga setempat, bahwa kakaknya, Anton tidak melakukan perbutan tidak bermoral, mencabuli anak dibawah umur, seperti yang dituduhkan oleh tetangganya, Rudi Wijaya.
“Apa yang dituduhkan oleh Rudi Wijaya, bahwa telah mencabuli anaknya, RN (5) itu tidak benar, itu fitnah. Sebagai bukti sumpah pocong ini dilakukan kakak saya, untuk kedua kalinya, sebelumnya dihadapan Ketua RT dan ini yang kedua,” terang Santi.

Santi menambahkan, sumpah Mubahala yang dilakukan kakaknya kali ini, lagi-lagi tidak dihadiri pihak keluarga korban.
“Dua kali pengambilan sumpah, pihak keluarga korban Arin, tidak ada yang hadir. Kami lelah, dituduh dan difitnah seperti ini. Nama baik keluarga kami hancur gara-gara masalah ini,” tuturnya.
Santi menjelaskan, perkara yang masih terus bergulir di Polda Sumsel ini masih belum juga ada keputusan.
“Status kakak saya yang telah di laporkan Rudi Wijaya ke Polda Sumsel belum ada penjelasan, namun kakak saya dikenakan wajib lapor hingga satu tahun terakhir ini. Jika memang kakak saya bersalah, silahkan, lanjutkan, buktikan, jangan dibuat kami seperti ini,” pungkasnya.

Kapolsek IT II, Kompol Fadilah membenarkan berjalannya sumpah pocong yang dilakukakan keluarga Santi.
“Benar, alhamdullilah berjalan lancar dan situasi kondusif,” ujarnya.
Kompol Fadilah menjelaskan, memang sumpah pocong ini sempat menarik perhatian warga setempat.
“Ada sekitar 20 anggota, termasuk reskrim dan intelkam yang ada dilokasi sejak pagi mengamankan lokasi,” tukasnya.















